Suara Kita News.com. TANJUNG BALAI—Strategi peredaran narkoba yang rapi di dalam sebuah tempat hiburan malam berhasil diendus oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara (Sumut). Dalam operasi pengintaian yang berujung pada penangkapan beruntun, Polisi berhasil membongkar jaringan pemasok ekstasi di Galaxy Hall & KTV, mengamankan lima tersangka dan sejumlah barang bukti.
Wakil Direktur Narkoba AKBP Diari Astetika menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari operasi yang dilancarkan pada Minggu (14/9) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Petugas berhasil mengidentifikasi Umaya Sari Siregar alias Umay sebagai perantara utama yang mengatur transaksi dengan sang penyalur, Rey Donli Sinaga alias Donli.
Donli diketahui menyalurkan pil ekstasi kepada dua tersangka lain, Putri Yanti Sitorus alias Putri dan Sri Wahyuni alias Yuni, di Kos Ebi, Jalan Jenderal Sudirman. Transaksi awal ini melibatkan transfer uang senilai Rp1 juta ke rekening Sri Wahyuni.
Tak lama setelah transaksi tersebut, Donli kembali ke Galaxy Hall membawa tiga butir ekstasi. Dua butir diserahkan kepada Umay dan Fani Aprilia Andini alias Fani untuk diserahkan kepada petugas yang menyamar (undercover), sementara satu butir sisanya dikonsumsi oleh Umay dan Fani di kamar mandi.
Saat penyerahan barang bukti inilah petugas bergerak cepat. Umay dan Fani segera diamankan di lokasi, bersama dua butir ekstasi yang belum terjual dan dua unit ponsel.
Setelah penangkapan Umay dan Fani, pengembangan kasus berlanjut. Donli diamankan tak lama kemudian di area parkir Galaxy Hall. Penyidikan meluas ke Kos Ebi, tempat Putri dan Sri Wahyuni berhasil ditangkap.
Dari keterangan Yuni, narkotika tersebut diperoleh dari seorang pria bernama Wak Ipul, yang kini telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
AKBP Diari Astetika menyebutkan bahwa kasus ini memiliki kompleksitas yang tak terduga. “Awalnya penyidik hanya merencanakan tujuh adegan, namun berkembang menjadi 16 adegan setelah ditemukan peran tambahan dan pengembangan dari masing-masing pelaku,” beber Wadir.
Diari menegaskan kembali pentingnya partisipasi masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba. “Kami mengimbau warga untuk segera melapor bila mengetahui peredaran gelap narkotika maupun kegiatan ilegal lainnya. Sinergi masyarakat dan aparat sangat penting untuk menekan peredaran narkoba di Sumatera Utara,” tutupnya.
Penulis : Tim






