Suarakitanews – Dia Harusnya Bisa Menyembuhkan Aku… Kamu Pernah Mikir Begitu?
Banyak orang berharap pasangan bisa menjadi penyelamat. Namun, apakah benar kita harus jatuh cinta untuk sembuh? Atau justru, kita sebaiknya pulih dulu sebelum menjalin hubungan?
Mengapa Banyak Orang Jatuh Cinta Saat Hancur?
Sering kali, seseorang mencari cinta karena kesepian. Tidak memiliki hubungan yang intim, merasa butuh tempat bersandar, atau sekadar ingin ada yang mendengarkan.
Sayangnya, jatuh cinta di tengah krisis emosional sering membuat hubungan penuh dengan ekspektasi yang tidak realistis. Kita berharap pasangan bisa jadi pahlawan yang menyembuhkan luka lama.
Menurut Penelitian
Harville Hendrik, seorang penulis asal Amerika, mengatakan bahwa tanpa sadar kita sering tertarik pada orang yang mirip dengan sosok yang pernah melukai kita di masa lalu—baik orang tua maupun lingkungan. Kita ingin “menyembuhkan luka lama” melalui pasangan.
Namun faktanya, pasangan bukan terapis, bukan tabib luka batin, dan bukan obat masa lalu. Mereka juga manusia, dengan luka dan harapan masing-masing.
Sebuah studi di Journal of Social and Personal Relationship (2020) menemukan bahwa orang yang masuk ke dalam hubungan ketika sedang berada di titik krisis emosional lebih rentan membentuk hubungan yang tidak stabil.
Apa yang Bisa Pasangan Lakukan?
Pasangan memang bisa menemani saat kita terluka, bisa mendengarkan cerita, dan memeluk saat kita menangis. Tapi, mereka tidak bisa menyembuhkan luka batin. Hanya diri sendirilah yang mampu melakukannya.
Seperti kata Nirmala Ika, “Biasanya kita berharap pasangan menjadi tempat bersandar. Kita punya harapan yang dibalut ketakutan. Relasi pun jadi kompleks, karena pasangan juga punya luka dan harapannya sendiri.”
Tanda Kamu Sudah Siap Menjalin Hubungan Sehat
Sebelum jatuh cinta, ada baiknya memastikan bahwa kita sudah cukup pulih. Beberapa tanda seseorang siap menjalin hubungan yang sehat antara lain:
- Mampu menikmati kesendirian tanpa merasa hampa.
- Tidak menjadikan pasangan sebagai solusi utama dari luka masa lalu.
- Punya kontrol emosi yang stabil, meskipun hidup sedang sulit.
- Paham batasan diri dan bisa menghormati batasan pasangan.
- Siap tumbuh bersama, bukan hanya mencari tambalan luka.
Kesimpulan
Jangan jatuh cinta hanya untuk sembuh. Pulihlah terlebih dahulu, baru jatuh cinta. Dengan begitu, hubunganmu bukan sekadar tambalan sementara, melainkan tempat untuk bertumbuh, saling mendukung, dan membangun masa depan bersama.
Penulis: Mita Putri








