Tikus Pulau Gag di Raja Ampat Terancam Punah: Tambang Nikel Jadi Ancaman Serius

  • News
  • June 16, 2025

Suarakitanews – Raja Ampat dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Bahkan, pada tahun 2023, wilayah ini resmi dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark. Namun, di balik pesona alamnya yang memukau, tersimpan ancaman nyata terhadap spesies langka, salah satunya adalah Tikus Pulau Gag (Rattus nikenii).

Hewan Endemik yang Hanya Hidup di Pulau Gag

Tikus Pulau Gag merupakan hewan endemik yang hanya ditemukan di Pulau Gag, sebuah pulau kecil dengan luas sekitar 56 kilometer persegi yang berada di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya. Spesies langka ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 2010 oleh Ibnu Maryanto dan tim dari Museum Zoologi Bogor.

Uniknya, nama ilmiah Rattus nikenii diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada Niken Tunjung Murti Pratiwi, istri peneliti utama, atas kontribusinya dalam ekspedisi ilmiah tersebut.

Tikus ini memiliki panjang tubuh antara 135–300 mm, dengan panjang ekor 138–165 mm dan bobot sekitar 113–175 gram. Secara morfologis, tikus ini mirip dengan Tikus Berduri Besar Papua (Rattus praetor), namun berukuran lebih kecil serta memiliki moncong dan kaki belakang yang lebih pendek.

Masuk Daftar Merah IUCN: Dari Rentan Menjadi Kritis

Awalnya, pada tahun 2016, IUCN memasukkan Tikus Pulau Gag ke dalam kategori Vulnerable (Rentan). Namun, seiring waktu, statusnya naik menjadi Critically Endangered (Kritis). Hal ini disebabkan oleh terus meningkatnya ancaman aktivitas pertambangan di wilayah habitatnya.

Menurut IUCN, proyek tambang nikel yang dikelola oleh PT GAG Nikel mencakup sekitar sepertiga wilayah Pulau Gag, dari pantai barat hingga timur ke arah tenggara. Tambang permukaan ini dinilai berdampak langsung terhadap ekosistem tempat Rattus nikenii hidup.

Izin Tambang Dicabut, Tapi Ancaman Belum Usai

Sebagai langkah konservasi, pemerintah Indonesia telah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari empat perusahaan di kawasan Raja Ampat. Namun, PT GAG Nikel tetap beroperasi karena dinilai telah sesuai dengan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

Kendati demikian, berbagai pihak mendesak agar evaluasi ulang dilakukan terhadap aktivitas tambang tersebut. Pasalnya, kehadiran tambang nikel dinilai tetap berpotensi merusak habitat satu-satunya tikus endemik Pulau Gag yang kini semakin langka.

Urgensi Perlindungan Satwa Endemik

Tikus Pulau Gag adalah simbol penting dari kekayaan hayati Papua yang tak ternilai. Karena hanya ditemukan di satu lokasi, spesies ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Bila habitatnya rusak, maka kemungkinan besar spesies ini akan punah secara permanen.

Konservasi jangka panjang, pengawasan ketat terhadap tambang, serta edukasi publik menjadi langkah penting untuk menyelamatkan hewan ini dari jurang kepunahan.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri