Suarakitanews.com – Jakarta, 1 Mei 2025 — Peringatan Hari Buruh Internasional 2025, atau yang lebih dikenal dengan May Day, kembali menggema di berbagai daerah di Indonesia, terutama di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ribuan buruh dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam menyuarakan aspirasi dan tuntutan mereka.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah kehadiran Presiden Prabowo Subianto, yang dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Ia menyebutkan bahwa kehadiran Presiden merupakan wujud nyata perhatian besar terhadap peran vital buruh dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Bagi Bapak Presiden dan pemerintah, buruh adalah elemen kunci dalam perekonomian kita. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja sangat penting untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.
11 Tuntutan ASPIRASI di Hari Buruh 2025
Dilansir dari akun resmi Instagram Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), berikut adalah 11 tuntutan utama yang mereka suarakan dalam May Day tahun ini:
- Wujudkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru yang Pro-Pekerja dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
- Stop PHK dan ciptakan lapangan kerja berkualitas.
- Tegakkan kebebasan berserikat dan berunding.
- Dorong terciptanya hubungan industrial harmonis lewat Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
- Hadirkan solusi terhadap dampak Artificial Intelligence melalui kolaborasi manusia dan mesin.
- Hapus persyaratan kerja yang memberatkan calon tenaga kerja.
- Berikan kesempatan kerja setara, termasuk bagi penyandang disabilitas.
- Tingkatkan kesejahteraan pekerja kesehatan seperti dokter, perawat, bidan, dan petugas Posyandu.
- Wujudkan konsep Just Transition: kerja bukan sekadar transaksi, pekerja bukan mesin produksi.
- Terapkan tarif potongan maksimal 10% bagi driver online serta penuhi jaminan sosial dan perlindungan hukum.
- Stop eksploitasi terhadap generasi muda, khususnya Gen Z.
6 Tuntutan KSPI kepada Presiden Prabowo
Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyuarakan 6 poin tuntutan langsung kepada Presiden, yaitu:
- Hapus sistem outsourcing yang dianggap sebagai bentuk perbudakan modern.
- Bentuk satuan tugas khusus untuk menangani PHK massal.
- Naikkan UMP 2025 sebesar 6,5 persen.
- Sahkan RUU Ketenagakerjaan dengan menolak muatan Omnibus Law.
- Segera sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
- Lakukan pemberantasan korupsi dan sahkan UU Perampasan Aset.
Ratusan Ribu Buruh Padati Monas, Tidak Ada Penutupan Jalan
Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, menyebutkan bahwa lebih dari 150.000 buruh dari berbagai daerah akan hadir, sebagian besar dari Jawa Barat dan Banten menggunakan lebih dari 3.000 bus. Sementara itu, peserta dari Jakarta Timur dan Utara akan konvoi menggunakan sepeda motor.
Kabar baiknya, Polda Metro Jaya memastikan tidak akan ada penutupan jalan. Namun, akan dilakukan rekayasa lalu lintas demi kelancaran kegiatan.
Sinergi Menuju Keadilan Sosial
Momentum “May Day 2025” menjadi pengingat kuat bahwa kesejahteraan buruh adalah bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan berbagai tuntutan yang disuarakan, serta kehadiran Presiden sebagai bentuk komitmen, diharapkan tercipta kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada pekerja.
Penulis: Mita Putri








