Suarakitanews.com – Jika kamu sedang mencari film bertema rohani yang bisa menggugah perasaan saat Hari Paskah, “The Last Supper” bisa menjadi pilihan menarik. Film ini tidak hanya menyajikan cerita klasik dari Perjamuan Terakhir, tetapi juga menyelami konflik batin dua murid penting: Yudas Iskariot dan Petrus.
Kisah Yudas dalam Dilema yang Mengguncang Iman
Disutradarai oleh Mauro Borelli, film ini menampilkan Robert Knepper sebagai Yudas Iskariot, murid yang berada di titik terberat dalam hidupnya. Ketika Imam Besar Kayafas (diperankan James Faulkner) menawarkan sejumlah uang untuk mengkhianati Yesus, Yudas dilanda konflik yang luar biasa. Ia tidak hanya berhadapan dengan pilihan hidup dan mati, tetapi juga godaan dari Setan (Ahmed Hammoud), yang muncul dalam wujud ular.
Petrus Sebagai Narator: Perspektif Baru dalam Kisah Lama
Yang menarik, Petrus (James Oliver Wheatley) tampil sebagai narator utama dalam film ini. Ia mencoba memahami motif di balik pengkhianatan Yudas. Film ini lebih menonjolkan dialog batin dan dinamika psikologis para murid daripada hanya menampilkan adegan-adegan dramatis seperti penyaliban.
Visual Kuat, Namun Naskah Kurang Menggugah
Dari sisi visual, The Last Supper menyajikan sinematografi yang mendalam dan atmosfer yang mendukung nuansa spiritual. Namun sayangnya, alur cerita terasa lambat dan kurang menyentuh secara emosional. Durasi 1 jam 54 menit mungkin terasa panjang karena minimnya konflik yang berkembang secara intens.
Bukan Kisah Yesus Sepenuhnya
Walau mengangkat kisah terakhir Yesus, karakter Yesus (Jamie Ward) justru tampil kurang menonjol. Fokus lebih diarahkan pada interaksi Yudas dan Petrus, serta bagaimana mereka memproses hari-hari terakhir sang Guru. Penonton yang mencari narasi Yesus yang kuat mungkin akan merasa kurang puas.
Rekomendasi untuk Penonton yang Ingin Refleksi Mendalam
Secara keseluruhan, “The Last Supper” cocok untuk penonton yang sudah cukup akrab dengan cerita dalam Alkitab dan ingin menyelami sisi psikologis para murid. Film ini bukan tontonan ringan, namun bisa menjadi bahan perenungan spiritual di momen Paskah.
Gimana apakah Film ini akan menjadi salah satu pilihan mu?
Penulis : Mita Putri








