Ekonomi Indonesia 2025: Prabowo Soroti Impor, TKDN, dan Nasib Buruh

  • News
  • April 15, 2025

Suarakitanews.com – Dalam acara sarasehan bertajuk “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Tarif Perdagangan”, Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pernyataan penting terkait arah kebijakan ekonominya ke depan. Dihadiri para menteri, investor, hingga asosiasi pengusaha, acara ini menjadi ajang diskusi strategis mengenai kondisi perekonomian nasional.

1. Tidak Perlu Lagi Ada Pertek dari Menteri, Kecuali Seizin Presiden

Salah satu poin utama yang disampaikan Presiden Prabowo adalah soal deregulasi. Ia menekankan bahwa para menteri tidak perlu lagi membuat Peraturan Teknis (Pertek) yang justru memperpanjang birokrasi. Jika memang harus dibuat, maka harus melalui izin langsung dari Presiden.

“Kalau semua bikin Pertek, kapan kita eksekusi? Semua harus simpel,” tegas Prabowo.

2. Permendag 8 Akan Dievaluasi, Bila Tidak Menguntungkan, Dicabut Saja

Selain itu, Prabowo juga menyoroti keberadaan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 terkait kebijakan impor. Ia membuka peluang besar untuk mencabut aturan tersebut jika terbukti tidak menguntungkan dunia usaha.

“Saya akan turun ke lapangan, dengar langsung. Kalau ternyata bikin susah pengusaha, cabut saja,” ujarnya.

3. Prabowo Ingin Kuota Impor Dihapus Demi Kepentingan Rakyat

Lebih lanjut, Prabowo menilai sistem kuota impor sebagai hambatan. Ia menyebut bahwa sistem ini membatasi ruang gerak pelaku usaha, terutama jika barang yang diimpor adalah kebutuhan masyarakat, seperti daging dan bahan pokok lainnya.

“Kalau itu menyangkut kepentingan rakyat, jangan dibatasi dengan kuota,” tambahnya.

4. Satgas PHK Disetujui, Perlindungan Buruh Jadi Prioritas

Prabowo juga merespons positif wacana pembentukan Satgas PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Menurutnya, keberadaan Satgas ini sangat penting untuk membela hak-hak buruh dan memastikan mereka mendapat perlindungan yang layak di tengah tantangan ekonomi global.

5. TKDN Perlu Fleksibilitas untuk Dukung Industri

Terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Presiden menekankan pentingnya fleksibilitas. Baginya, pengusaha tidak bisa dipaksa memenuhi TKDN tinggi jika justru menghambat proses produksi. Ia menilai penyesuaian aturan akan membantu industri nasional lebih kompetitif.

“Kita harus realistis. Kalau bahan lokal belum siap, jangan dipaksa. Yang penting efisiensi dan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

6. Merendah: Prabowo Akui Bukan Orang Pintar, Tapi Bisa Pilih Orang Pintar

Di akhir pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa ia tidak menganggap dirinya sebagai orang paling pintar. Namun, sebagai pemimpin, ia merasa bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mendengarkan orang-orang pintar di sekelilingnya.

Kesimpulan

Kebijakan-kebijakan yang digagas Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat terhadap penyederhanaan regulasi, perlindungan terhadap pelaku usaha, serta keberpihakan kepada rakyat kecil. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan proaktif, perekonomian Indonesia diharapkan dapat lebih tahan terhadap gejolak global.

Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @kumparancom

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri