Konsolidasi Solidaritas Merauke: Ketika Pembangunan Nasional Menjadi Teror bagi Masyarakat Adat

Merauke, Suarakitanews.com – 14 Maret 2025 – Dalam gelombang perjuangan rakyat yang semakin kuat, lebih dari 250 masyarakat adat dan kelompok masyarakat sipil berkumpul dalam Konsolidasi Solidaritas Merauke. Mereka menyuarakan penolakan terhadap berbagai proyek yang mengatasnamakan pembangunan tetapi justru merampas ruang hidup dan memicu pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Kehadiran Militer dalam PSN: Ancaman bagi Masyarakat Adat

Dalam berbagai proyek strategis nasional (PSN), keterlibatan TNI semakin nyata, menciptakan ketakutan dan memperdalam trauma masyarakat adat, terutama di Papua. Beberapa contoh keterlibatan militer dalam PSN meliputi:

  • Proyek cetak sawah dan kebun tebu di Merauke yang menyebabkan teror bagi masyarakat adat.
  • Pelibatan TNI dalam food estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang terbukti gagal.
  • Tindakan represif di proyek Rempang Eco City, Kepulauan Riau, yang menuai kritik luas karena berpotensi melanggar HAM.

Kini, revisi Undang-Undang TNI yang sedang dibahas di DPR RI semakin mempermudah peran militer dalam urusan sipil. Hal ini dinilai sebagai ancaman besar terhadap demokrasi dan reformasi yang selama ini diperjuangkan oleh rakyat.

Dampak Buruk Proyek Strategis Nasional (PSN)

PSN yang dijalankan atas nama kepentingan nasional telah mengorbankan masyarakat adat dan lingkungan. Mereka yang terdampak datang dari berbagai daerah, termasuk:

  • Food estate di Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Keerom, Merauke, dan Mappi (Papua Selatan).
  • Proyek Rempang Eco City di Kepulauan Riau.
  • Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
  • Proyek Geothermal Poco Leok di Nusa Tenggara Timur.
  • Industri ekstraktif hutan tanaman energi dan bioenergi di Jambi.
  • Berbagai PSN di Fakfak dan Teluk Bintuni, Papua Barat.
  • Ekspansi perkebunan sawit yang masif di seluruh Papua.

Masyarakat yang terkena dampak proyek ini menghadapi ancaman nyata, mulai dari perampasan tanah, hilangnya sumber daya alam, hingga kekerasan dari aparat militer dan kepolisian. Intimidasi, kriminalisasi, dan kerja paksa menjadi bagian dari pengalaman kolektif mereka.

Deklarasi Solidaritas Merauke: Menolak Perampasan Ruang Hidup

Dari berbagai kesaksian dan pengalaman pahit, lahirlah Deklarasi Solidaritas Merauke yang menegaskan:

  • Penolakan penuh terhadap perampasan kekayaan rakyat melalui kebijakan dan proyek strategis nasional.
  • Tuntutan penghentian total PSN yang merusak kehidupan masyarakat adat dan lingkungan.
  • Seruan kepada negara untuk mengembalikan hak-hak masyarakat adat yang telah dirampas.
  • Desakan pemulihan lingkungan dan ruang hidup rakyat yang terdampak proyek-proyek tersebut.

“Kami kehilangan jati diri, tempat-tempat suci, kekerabatan dengan tanah dan alam. Kami mengalami diskriminasi, kekerasan, dan intimidasi. Ini adalah keadaan darurat bagi keselamatan rakyat,” demikian pernyataan Solidaritas Merauke dalam deklarasinya.

Seruan Bersama: Satu Kekuatan, Satu Perjuangan!

Dengan semakin meningkatnya ancaman terhadap masyarakat adat dan lingkungan, Solidaritas Merauke menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam perjuangan melawan ketidakadilan. Jika perampasan ruang hidup ini terus terjadi, bukan hanya Papua yang akan terkena dampaknya, tetapi juga seluruh wilayah Indonesia dari Sumatera hingga Maluku.

Saatnya bersolidaritas! Mari lawan perampasan tanah, sumber daya, dan hak asasi manusia atas nama pembangunan! #SatuKekuatan #SatuPerjuangan #RawatKehidupan

Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @greenpeaceid, @bentalarakyat, @tanahuntukrakyat, dan @yayasanlbhindonesia

Mita Putri

Artikel Terkait

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

Lanjutkan Membaca

// // //
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri