Awal 2025: Bencana Mengintai, Transisi Energi Terancam, Desak Pemerintah Fokus Terbarukan!

  • News
  • March 10, 2025

Suarakitanews.com – Awal tahun 2025 telah membawa serangkaian tantangan serius bagi Indonesia, mulai dari kebijakan kontroversial hingga bencana alam yang semakin sering terjadi. Ironisnya, di tengah kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan, pemerintah justru semakin gencar mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), alih-alih fokus pada pengembangan energi terbarukan.

Transisi Energi yang Salah Arah

Wacana percepatan realisasi PLTN menjadi tahun 2029, yang sebelumnya ditargetkan pada 2032, menimbulkan kekhawatiran besar. Padahal, di tengah maraknya kasus korupsi dan ketidakpatuhan terhadap regulasi, pembangunan PLTN yang sangat kompleks dan sensitif bukanlah solusi yang tepat untuk transisi energi berkelanjutan.

Selain itu, biaya pembangunan PLTN yang sangat mahal, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin, menjadi beban tambahan bagi keuangan negara. Dengan biaya yang sama, Indonesia dapat membangun puluhan pembangkit listrik tenaga surya yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau.

Bencana Alam Semakin Sering Terjadi

Banjir melanda berbagai wilayah di Indonesia, dari Bogor hingga Pontianak, menunjukkan betapa rentannya negara ini terhadap dampak perubahan iklim. Data BNPB mencatat ratusan kejadian bencana alam di awal tahun 2025, dengan banjir sebagai yang paling dominan.

Cuaca ekstrem, yang dipicu oleh kenaikan suhu bumi, akan semakin sering terjadi dan memicu bencana seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Sayangnya, upaya mitigasi dan adaptasi terhadap krisis iklim masih terkendala oleh keterbatasan anggaran dan kurangnya kesadaran akan dampaknya.

Kerusakan Lingkungan Akibat Industri

Kasus pencemaran lingkungan di kawasan industri nikel Morowali Utara, Sulawesi Tengah, menjadi bukti nyata dampak negatif dari eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali. Polusi udara dan pencemaran air mengancam kesehatan masyarakat dan mata pencaharian nelayan.

Masifnya pengembangan industri nikel harus diimbangi dengan komitmen kuat terhadap perlindungan lingkungan.

Desakan untuk Perubahan

Kondisi ini menegaskan perlunya perubahan arah kebijakan energi Indonesia. Pemerintah harus segera meninggalkan ambisi nuklir dan fokus pada pengembangan energi terbarukan yang lebih bersih, aman, dan terjangkau.

Pemerintah juga harus memperkuat upaya mitigasi dan adaptasi terhadap krisis iklim, serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas industri yang berpotensi merusak lingkungan.

Masyarakat harus berperan aktif dalam mendorong perubahan ini, dengan menyuarakan keprihatinan dan menuntut tindakan nyata dari pemerintah.

Dengan kata lain, kita harus gaspol untuk mendesak pemerintah agar fokus pada energi terbarukan, agar menjauhkan kita dari indonesia gelap dan dampak krisis iklim yang semakin parah.

Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @greenpeaceid

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri