Suarakitanews.com – Film Dokumenter Pemenang Oscar 2025 Film “No Other Land” akhirnya memenangkan kategori Best Documentary Feature di ajang Academy Awards 2025. Film ini merupakan hasil kolaborasi unik antara aktivis Palestina dan jurnalis Israel. Kemenangan ini semakin menegaskan bahwa isu Palestina-Israel masih menjadi sorotan global.
Kisah Penggusuran dan Persekusi di Masafer Yatta
Film ini mendokumentasikan kehidupan Basel Adra, salah satu sutradara film, yang berasal dari Masafer Yatta, sebuah desa di Tepi Barat yang mengalami penggusuran besar-besaran oleh pemukim Israel. Penduduk desa tersebut harus menghadapi persekusi dan kekerasan yang terus terjadi.
Kolaborasi Israel-Palestina yang Menggugah
“No Other Land” dibuat oleh empat sineas dari dua negara yang sering berkonflik: Basel Adra dan Hamdan Ballal dari Palestina, serta Yuval Abraham dan Rachel Szor dari Israel. Film ini menyoroti hubungan pertemanan antara Basel dan Yuval, yang berasal dari dua latar belakang berbeda. Basel harus menghadapi kekerasan sehari-hari, sementara Yuval sebagai warga Israel hidup dalam kebebasan dan keamanan.
Distributor Besar Enggan Membawa Film Ini
Meskipun sudah masuk dalam nominasi Oscar, tidak ada distributor besar di Amerika Serikat yang mau menyalurkan film ini. “Kami diberitahu bahwa mereka takut,” ungkap Yuval dalam wawancaranya dengan The Guardian. Akhirnya, mereka mengatur sendiri pemutaran film di Lincoln Center pada November lalu.
Pesan Kuat dalam Pidato Kemenangan
Dalam pidato kemenangan di Oscar, Basel menekankan bahwa jika warga Palestina dan Israel bersatu, suara mereka akan lebih didengar. Ia juga menyerukan penghentian penghancuran Gaza serta pembebasan sandera Israel.
Yuval Abraham pun turut menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat. “Kebijakan luar negeri AS menghalangi jalan ini. Tidakkah kalian lihat bahwa kami semua berkelindan? Bangsa saya hanya akan benar-benar aman jika bangsa Basel juga bebas dan aman. Tidak ada jalan lain,” ujarnya.
Kemenangan “No Other Land” di Oscar 2025 bukan hanya sebuah pencapaian sinematik, tetapi juga sebuah pernyataan politik yang kuat. Film ini berhasil menggambarkan realitas pahit di Palestina dan bagaimana hubungan manusia dapat melampaui batasan konflik. Dengan perhatian dunia yang kini tertuju pada mereka, para sineas di balik “No Other Land” berharap film ini bisa membawa perubahan nyata.
Penulis : Mita
Sumber : Happening, Kumparan Play








