Suarakitanews.com – Pendakian ke Puncak Carstensz kembali menjadi sorotan setelah insiden tragis yang menewaskan dua pendaki berpengalaman, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono. Keduanya dikenal sebagai anggota komunitas Kura-kura Gunung (KKG) yang aktif mendaki berbagai gunung di dunia, termasuk Everest pada 2019.
Misi Khusus di Puncak Carstensz
Pendakian ini memiliki tujuan khusus, yaitu untuk mengenang sahabat mereka, Hanafi Tanoto, yang meninggal di gunung yang sama pada tahun sebelumnya. Setelah berhasil memasang plakat peringatan, mereka dan rombongan menghadapi cuaca ekstrem saat perjalanan turun menuju basecamp Lembah Kuning.
Hipotermia di Ketinggian 4.884 Mdpl
Pada 28 Februari 2025, rombongan berhasil mencapai puncak 4.884 mdpl. Namun, dalam perjalanan turun, Lilie dan Elsa mengalami hipotermia parah akibat suhu ekstrem. Meski telah mendapatkan pertolongan, keduanya dinyatakan meninggal dunia pada 1 Maret 2025 pukul 02.07 WIT.
Sementara itu, tiga pendaki lainnya, Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni, juga mengalami hipotermia tetapi berhasil selamat.
Evakuasi yang Terkendala Cuaca Buruk
Evakuasi jenazah sempat mengalami kendala akibat medan yang sulit dan cuaca buruk. Setelah menunggu kondisi membaik, proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan menggunakan helikopter pada 3 Maret 2025.
Pendakian ini melibatkan 13 pendaki lainnya, termasuk penyanyi Fiersa Besari, yang berada dalam rombongan terpisah.
Keselamatan di Pendakian Ekstrem
Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam pendakian gunung ekstrem seperti Carstensz Pyramid. Persiapan fisik, mental, dan perlengkapan yang memadai sangat diperlukan untuk menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Penulis : Mita
Courtesy by instagram @kompascom








