Danantara: Gebrakan Investasi Hilirisasi atau Ancaman Kesejahteraan Rakyat dan Krisis Iklim?

  • News
  • March 4, 2025

Suarakitanews.com – Tiada hari tanpa gebrakan baru dari pemerintah. Efisiensi anggaran akan digunakan untuk mensejahterakan rakyat, kok malah bikin badan pengelola investasi baru yang bakal mendanai proyek hilirisasi? Mending uangnya dipakai untuk yang lain saja, salah satunya mendanai adaptasi dan mitigasi iklim supaya rakyatnya sejahtera, nggak cuma oligarkinya aja.

Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bisa membuat Indonesia semakin gelap. Dengan dana kelolaan sekitar Rp 14.700 triliun, pemerintah malah berencana menggunakan Danantara untuk membiayai hilirisasi, mulai dari migas hingga nikel.

Berdasarkan dari Riset Greenpeace dan Celios (2024), industri ekstraktif tidak selalu membawa kesejahteraan.

Benarkah Sektor Pertambangan Membawa Kesejahteraan?

Industri tambang selalu dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, riset terbaru Greenpeace Indonesia dan Celios mengungkapkan bahwa masyarakat yang tinggal di desa sekitar wilayah tambang kesulitan untuk mengakses pendidikan, kesehatan, bahkan menjadi lebih rentan terhadap bencana alam.

  • Rata-rata jumlah sekolah formal di desa
    • Untuk Desa Tambang sekitar 3,04 unit
    • Untuk Desa Non-Tambang sekitar 6,11 unit
  • Potensi Bencana Banjir
    • Untuk Desa Tambang sebesar 39,8 persen
    • Untuk Desa Non-Tambang sebesar 27,3 persen
  • Kesulitan Menjangkau Rumah Sakit
    • Untuk Desa Tambang 41,36 persen
    • Untuk Desa Non-Tambang, kurang dari 1 persen
  • Rata-rata Jumlah IKM di Desa
    • Untuk Desa Tambang 19,6 unit/desa
    • Untuk Desa Non-Tambang 35,77 unit/desa

Hilirisasi ugal-ugalan juga akan semakin memperparah krisis iklim. Cuaca ekstem akan lebih sering mengakibatkan bencana, terutama untuk daerah hilirisasi.

Padahal, transisi ekonomi hijau akan jauh lebih menguntungkan untuk penerimaan negara dan pengadaan lapangan kerja.

Untuk saat ini, penerimaan negara dari ekonomi ekstraktif sebesar Rp 34 triliun dengan penyerapan tenaga kerja, business as usual 11,5 juta pekerja. Sedangkan penerimaan negara dari ekonomi hijau mencapai Rp 80 triliun dan berhasil menyerap pekerja sekitar 19,4 juta orang.

Menurut Atha Rasyadi, seorang pengkampanye Sosial dan Ekonomi Greenpeace Indonesia,”Dana jumbo yang dikelola oleh Danantara seharusnya dapat digunakan untuk menciptakan keadilan iklim bagi rakyat Indonesia, seperti pembiayaan transisi energi terbarukan ataupun upaya mitigasi dan adaptasi iklim di daerah perkotaan, maupun di daerah pesisir dan pulau kecil. Transparansi menjadi kunci agar pengelolaan dana ini tepat sasaran.”

Penulis : Mita
Courtesy by instagram @greenpeaceid

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri