Suarakitanews.com – #KaburAjaDulu yang viral baru-baru ini menjadi representasi keresahan generasi produktif Indonesia terhadap kondisi dalam negeri. Banyak anak muda yang memilih untuk merantau ke luar negeri demi mencari kehidupan yang lebih baik. Fenomena ini memunculkan berbagai reaksi, mulai dari anggapan tidak nasionalis hingga tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Remitansi
Namun, di balik kontroversi #KaburAjaDulu, terdapat potensi besar yang dapat disumbangkan oleh diaspora Indonesia untuk kemajuan ekonomi bangsa. Diaspora, atau perantau, memiliki peran penting dalam pembangunan negara asal mereka, terutama melalui remitansi.
Sebagai contoh, data dari World Bank menunjukkan bahwa remitansi global pada tahun 2024 diperkirakan mencapai USD 685 miliar. Sementara itu, di Indonesia, data dari Databoks mencatat adanya peningkatan remitansi pekerja migran sebesar 19,17 persen pada periode Januari-September 2024, mencapai US$6,92 miliar.
Remitansi merupakan salah satu kontribusi nyata diaspora terhadap perekonomian Indonesia. Uang yang dikirim oleh para pekerja migran dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti memenuhi kebutuhan hidup keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga investasi. Selain itu, remitansi juga dapat menjadi sumber devisa bagi negara.
Lebih lanjut, diaspora juga berperan dalam transfer pengetahuan dan teknologi. Mereka yang bekerja atau belajar di luar negeri memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan baru yang dapat mereka bawa kembali ke Indonesia. Oleh karena itu, diaspora dapat menjadi agen perubahan yang penting bagi kemajuan teknologi dan inovasi di tanah air.
Diaspora Menjadi jembatan Negara Asal dengan Negara Tujuan
Di sisi lain, diaspora juga dapat menjadi jembatan antara Indonesia dengan negara lain. Mereka dapat mempromosikan produk-produk Indonesia di pasar internasional, menarik investasi asing, serta memperluas jaringan bisnis. Dengan demikian, diaspora memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Memaksimalkan Potensi Diaspora
Namun, untuk memaksimalkan potensi diaspora, diperlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi diaspora untuk berkontribusi, misalnya dengan memberikan insentif bagi mereka yang ingin berinvestasi di Indonesia, serta memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, masyarakat juga perlu membuka diri terhadap kehadiran diaspora dan memberikan apresiasi atas kontribusi mereka.
Penting untuk dicatat, diaspora bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kemajuan ekonomi Indonesia. Pembangunan ekonomi juga memerlukan upaya dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Meskipun demikian, diaspora dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
Oleh karena itu, daripada hanya fokus pada sisi negatif dari #KaburAjaDulu, mari kita lihat potensi besar yang dapat disumbangkan oleh diaspora untuk kemajuan Indonesia. Dengan dukungan dan sinergi dari semua pihak, diaspora dapat menjadi kekuatan pendorong bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bangsa.
Penulis : Mita
Courtesy by Instagram @ussfeed








