Suara Kita News.com – Dunia Pendidikan Tercoreng oleh ulah oknum kepala sekolah yang menahan dana PIP siswa. Kabar terkait dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang tidak dibagikan kepada siswa pada tahun 2020-2021 di SMPN 1 Kutawaluya akhirnya mendapatkan konfirmasi dari Plt Kepala Sekolah, H. Asma, S.Pd.
Asma menyayangkan kejadian tersebut, yang menurutnya mencerminkan tindakan merampas hak-hak siswa sehingga menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekolah.
“Peristiwa ini memang benar terjadi, dan saya sudah meminta pertanggungjawaban dari kepala sekolah sebelumnya agar dana PIP tersebut dikembalikan kepada yang berhak,” ujar Asma saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/2).
Asma mengungkapkan bahwa dirinya sempat berdebat dengan Oman Rusmana, yang menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Kutawaluya pada periode 2020-2021, lantaran Oman awalnya tidak mengakui adanya penahanan dana PIP tersebut.
“Saya sudah sampaikan, siapapun yang menggunakan dana itu, tetap kepala sekolah yang harus bertanggung jawab. Karena pada waktu itu, dia yang menjabat sebagai pimpinan sekolah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asma membeberkan bahwa jumlah penerima dana PIP pada periode tersebut mencapai 141 siswa, dengan besaran dana yang diterima bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga lebih dari itu.
Menurutnya, Oman Rusmana telah mengembalikan sebagian dana senilai Rp 40 juta untuk disalurkan kembali kepada siswa yang berhak.
“Baru dikembalikan sebesar Rp 40 juta, dan saat ini kami sedang mengevaluasi siapa saja yang belum menerima dana PIP tersebut,” jelasnya.
Asma mengaku kecewa dan merasa terbebani dengan permasalahan ini, karena dinilai sangat memalukan.
“Dia yang berbuat, saya yang pusing. Tapi Alhamdulillah, masalah ini bisa diselesaikan dengan mengembalikan dana PIP kepada para siswa yang berhak,” pungkasnya.
Penulis : Hendrik
Editor : Yerrydewa






