Suara Kita News.com -Di balik hiruk pikuk ruang kelas, di mana tawa dan impian bersemi, tersimpan sebuah kisah pilu yang mengguncang hati. Eli Suhendi, seorang guru SMK Negeri 2 Karangpawitan, Kabupaten Karawang, menjadi korban kebiadaban yang merenggut indahnya dunia penglihatan.
Masihkah ingat kita akan kejadian yang menimpa Pak Eli? Seorang oknum anak dari mantan kepala desa tega menyiramkan air keras ke wajahnya, sebuah tindakan yang tidak hanya meninggalkan luka bakar, namun juga membutakan kedua mata beliau. Kini, hari-harinya diisi oleh sunyi, hanya suara berita yang menemaninya.
Pak Eli, dengan suara yang penuh haru, menceritakan kejadian nahas yang menimpanya. Semua bermula dari teguran sederhana terkait mobil dan uang yang dipinjam pelaku. Tanpa pertengkaran, pelaku justru datang ke rumah Pak Eli dengan niat yang begitu keji. Air keras itu menyiram wajahnya, merenggut penglihatannya, dan mengubah hidupnya dalam sekejap.
Luka ini semakin menganga ketika laporan Pak Eli ke pihak kepolisian seolah tak berbalas. Harapan akan keadilan sempat meredup, hingga akhirnya bantuan datang dari rekan yang dekat dengan Dedi Mulyadi.
Bak oase di tengah gurun, Dedi Mulyadi Gubernur Jawa barat datang mengunjungi Pak Eli. Air mata dan keluhan Pak Eli tentang penolakan rumah sakit karena BPJS yang tidak mencakup kecelakaan, serta kurangnya respons dari kepolisian, akhirnya menemukan telinga yang mendengar.
Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat, dengan sentuhan kasih dan kepeduliannya, membantu Pak Eli dalam proses pengobatan hingga pulih. Pihak kepolisian pun bergerak cepat, menangkap pelaku yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hukuman 6,6 tahun penjara.
Namun, luka di hati Pak Eli takkan pernah sembuh sepenuhnya. Kerinduan untuk mengajar, untuk berbagi ilmu dan inspirasi dengan murid-muridnya, masih membara. Keterbatasan penglihatan membuatnya harus mengambil cuti, sebuah kenyataan pahit yang harus ia terima.
Kisah Pak Eli adalah tamparan keras bagi kita semua. Ini adalah potret buram dari hilangnya nilai-nilai kemanusiaan. Mari kita jadikan kisah ini sebagai pengingat untuk selalu menjunjung tinggi rasa saling menghormati, mengasihi, dan menghargai sesama.
Semoga Pak Eli senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani hari-harinya. Dan semoga, keadilan serta kedamaian selalu menyertai kita semua.
Penulis : Usman
Editor : Yerrydewa






