Suarakitanews – Siapa yang tak kenal Sumanto? Sosok yang sempat menggegerkan Indonesia di tahun 2000-an ini, dulu dikenal sebagai ‘kanibal’ yang melakukan tindakan mengerikan. Namun, siapa sangka, sosoknya kini bertransformasi menjadi seorang konten kreator yang justru menghibur banyak orang. Bagaimana bisa terjadi perubahan drastis ini? Yuk, kita telusuri lebih dalam.
Masa Lalu yang Kelam
Sumanto sempat menjadi perbincangan hangat pada tahun 2006 karena kasus kanibalisme yang ia lakukan. Ia bahkan sempat mendekam di penjara karena terbukti mencuri dan memakan mayat seorang wanita lanjut usia. Masa lalu yang kelam ini tentu membuat banyak orang merasa ngeri dan takut padanya.
Titik Balik Kehidupan Sumanto
Setelah menjalani masa hukuman, Sumanto kemudian mendapatkan pendampingan dari Yayasan An-Nur Haji Supono. Di yayasan ini, ia mendapatkan rehabilitasi sosial dan terapi kejiwaan. Proses pemulihan yang panjang dan intensif постепенно mengubah Sumanto menjadi pribadi yang lebih baik.
Sumanto di Era Media Sosial
Tak disangka, Ia kini aktif di media sosial sebagai konten kreator yang membuat berbagai macam konten, mulai dari “Kata-kata Hari Ini” yang inspiratif, hingga konten mukbang yang mengundang tawa. Perubahan ini tentu sangat mengejutkan banyak pihak.
Peran Penting di Balik Layar
Kesuksesannya sebagai konten kreator tak lepas dari peran penting orang-orang di sekitarnya. Salah satunya adalah Afrian, seorang pendamping rehabilitasi sosial yang bekerja di Yayasan An-Nur Haji Supono. Afrian dan timnya secara rutin membantu Sumanto membuat konten yang menarik dan relevan.
Terapi Pekerjaan Sosial
Selain aktif di media sosial, Ia juga menjalani terapi pekerjaan sosial di yayasan. Terapi ini bertujuan untuk membantunya dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat. Melalui terapi ini, diharapkan bisa menghilangkan trauma masa lalunya dan membangun kembali kepercayaan diri.
Makanan Favorit Sumanto
Di balik sosoknya yang ceria, ternyata ia memiliki makanan favorit yang cukup unik, yaitu sate kambing dan nasi padang. Kedua hidangan ini menjadi favoritnya dan sering ia santap saat membuat konten mukbang.
Pesan untuk Masyarakat
Afrian, sebagai orang yang berkerja dengan Sumanto, memiliki pesan penting untuk masyarakat. Ia berharap masyarakat tidak lagi memberikan stigma negatif padanya. “Jangan men-stigma negatif Sumanto karena dia sekarang sudah tidak menyeramkan seperti yang kalian kira, malah sudah lucu,” ujar Afrian.
Kisah ini adalah bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Dari seorang ‘kanibal’ yang menakutkan, sosoknya kini menjelma menjadi sosok yang lucu dan inspiratif. Perubahan ini tentu tidak lepas dari dukungan dan bantuan banyak pihak, terutama Yayasan An-Nur Haji Supono.








