Kisah Tragis di Palembang: Istri Sakit Kanker Disekap dan Ditelantarkan Suami Hingga Meninggal Dunia

Jakarta, Suara Kita News – Kabar duka datang dari Palembang, Sumatera Selatan. Seorang ibu muda bernama Sindi (24) menghembuskan nafas terakhirnya setelah diduga mengalami dehidrasi berat akibat ditelantarkan oleh suaminya, Wahyu (25).

Awal Mula Tragedi

Keluarga korban sudah lama tidak bertemu dengannya. Terakhir kali mereka berkomunikasi adalah pada Februari 2024. Namun, pada Selasa (21/01/2025), mereka mendapat kabar mengejutkan dari tetangga adiknya. Kondisi korban sangat memprihatinkan, kurus kering dan tidak berdaya di dalam rumahnya.

Dugaan Penyekapan dan Penelantaran

Keluarga korban menduga bahwa ia disekap dan ditelantarkan oleh suaminya selama hampir satu tahun terakhir. Korban tidak diizinkan keluar rumah, bahkan untuk mendapatkan perawatan medis. Akibatnya, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya mengalami dehidrasi parah.

Laporan ke Polisi dan Status Tersangka

Kakak Sindi, Purwanto (30), tidak tinggal diam. Ia melaporkan Wahyu ke Polrestabes Palembang atas tuduhan penelantaran yang menyebabkan kematian adiknya. Polisi pun bertindak cepat dan berhasil menangkap Wahyu di kediamannya.

Fakta Baru: Sindi Sakit Kanker

Fakta yang lebih memilukan terungkap bahwa Sindi ternyata menderita kanker paru-paru atau pneumonia. Penyakit ini semakin memperburuk kondisinya, apalagi tanpa penanganan medis yang memadai.

Tuntutan Hukuman yang Lebih Berat

Keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Novel Suwa, meminta agar Wahyu dijerat dengan Pasal 44 Ayat 2 UU KDRT, bukan hanya Pasal 359 KUHP tentang kelalaian. Mereka menuntut hukuman yang lebih setimpal atas perbuatan keji Wahyu yang menyebabkan nyawa istrinya itu melayang.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama dalam lingkup rumah tangga. Kekerasan dan penelantaran tidak boleh dibiarkan terjadi. Mari kita bersama-sama mencegah dan melawan segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga.

Mita Putri

Artikel Terkait

“Darurat Begal Jakarta 2026: Antara Tembak di Tempat, Hak Asasi Manusia, dan Pelajaran dari Operasi Pekat”

Suarakitanews – Aksi begal kembali menghantui warga Jakarta dan sejumlah kota besar Indonesia pada pertengahan 2026. Gelombang kejahatan jalanan ini tidak hanya memicu kepanikan di masyarakat, tetapi juga melahirkan perdebatan…

Lanjutkan Membaca

// // //
Kasus Judol Hayam Wuruk: Indonesia Disebut Jadi Safe Haven Judi Online Asia Tenggara

Suarakitanews, Jakarta – Terbongkarnya markas judi online atau judol di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, menjadi sorotan besar publik. Pasalnya, operasi tersebut melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) dan diduga…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri