
Suara Kita News – Dikutip dari Kumparancom, Setelah kasus Gus Miftah viral, sudah jelas itu adalah sebuah pertanya untuk menerbitkan sertifikasi pendakwah semakin menguat. Akibatnya, kasus ini menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap kualitas dakwah di Indonesia sangat diperlukan.
Meskipun posisi Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden terancam usai video penghinaannya viral. Akibatnya, publik menilai tindakannya tidak mencerminkan sosok yang menjunjung tinggi kerukunan umat. Citra publik seorang tokoh agama sangat penting dalam menjaga harmoni antar umat beragama. Pernyataan yang merendahkan atau menghina kelompok lain dapat memicu perpecahan dan konflik.
Kontroversi ujaran Gus Miftah memicu desakan sertifikasi pendakwah. Sehingga, Maman Imanulhaq dari Komisi VIII DPR meminta Kemenag segera terbitkan sertifikasi untuk jamin kualitas dakwah. Tujuannya, agar hanya pendakwah kompeten yang berizin menyampaikan dakwah.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Gus Miftah menyampaikan alasan di balik pengunduran dirinya dari jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa keputusan ini murni berasal dari inisiatif pribadi dan tidak ada tekanan dari pihak manapun. Faktanya, sebagai ungkapan rasa hormat dan juga rasa cintanya yang begitu mendalam kepada Presiden Prabowo dan berharap agar langkahnya ini dapat menjaga nama baik institusi kepresidenan.
Meskipun dihadapkan pada tekanan publik yang cukup besar, Gus Miftah tetap teguh pada keputusannya untuk mengundurkan diri. Bahkan, ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses perenungan yang panjang dan mendalam, serta didasari oleh nilai-nilai agama yang ia anut. Dengan melakukan muhasabah dan istikharah, ia merasa bahwa pengunduran diri adalah langkah terbaik yang dapat diambilnya. Keputusan ini menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip agama yang diyakininya.
Dalam konferensi pers perpisahannya, Gus Miftah memberikan sinyal kuat tentang arah kariernya ke depan. Dengan demikian, dengan mengenakan blangkon, simbol identitasnya sebagai seorang ulama, ia menegaskan komitmennya untuk kembali fokus pada kegiatan dakwah. (Mita)








