Jakarta – Suara Kita News – Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, mantan Presiden Amerika Serikat dan presiden terpilih Donald Trump mengungkapkan ancaman serius terhadap negara-negara yang berencana menggunakan atau mengembangkan mata uang BRICS sebagai alternatif dari dolar Amerika Serikat (USD). Trump menyatakan bahwa negara yang memilih untuk beralih dari penggunaan USD perlu “ucapkan selamat tinggal dari pasar AS.”
Pernyataan Trump ini datang dalam konteks meningkatnya diskusi global mengenai diversifikasi mata uang internasional. Di mana negara-negara anggota BRICS telah menjajaki kemungkinan mata uang alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS.
BRICS didirikan oleh Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan pada 2011 sebagai blok baru ekonomi dan perdagangan lintas negara. Pada awal 2024, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Mesir resmi bergabung. Selain itu, da 34 negara sudah menyampaikan minat untuk bergabung dengan blok ekonomi tersebut.
“Tarif 100% akan diberlakukan kepada semua barang impor dari negara yang berusaha menggunakan atau menciptakan mata uang BRICS,” kata Trump. Ini bukan kali pertama Trump menggunakan kebijakan tarif sebagai alat tekanan ekonomi. Namun pernyataan terbaru ini menunjukkan eskalasi dalam pendekatan ekonomi luar negerinya.
Dampak Potensial
- Ekonomi Global: Langkah ini bisa menimbulkan gelombang kejutan di pasar global, mempengaruhi perdagangan internasional dan nilai tukar mata uang. Negara-negara yang bergantung pada ekspor ke AS mungkin akan berpikir dua kali sebelum mempertimbangkan untuk beralih dari USD.
- Hubungan Internasional: Hubungan diplomatik antara AS dan negara-negara BRICS bisa memanas. Terutama jika negara-negara tersebut sudah membuat langkah-langkah konkret terhadap penggunaan mata uang alternatif.
- Kebijakan Moneter: Bank sentral di berbagai negara mungkin akan merevisi kebijakan moneter mereka. Sebagai respons terhadap ancaman ini, mungkin dengan memperkuat cadangan valuta asing mereka dalam USD untuk menghindari risiko tarif.
Reaksi terhadap pernyataan Trump bervariasi. Analitik ekonomi mengkhawatirkan potensi ketidakstabilan yang bisa dihasilkan oleh kebijakan ini. Dengan beberapa menyarankan bahwa ini bisa mempercepat munculnya mata uang digital atau sistem pembayaran alternatif lainnya.
Di sisi lain, pendukung Trump menyambut baik pernyataan ini sebagai langkah untuk menjaga dominasi ekonomi AS di dunia. “Ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa AS masih memegang kendali atas ekonomi global,” tulis salah satu pendukung Trump menanggapi pernyataan Trump di media sosialnya.
Pernyataan Donald Trump ini menegaskan kembali sikap tegasnya terhadap kebijakan ekonomi luar negeri, yang mungkin akan menjadi salah satu poin utama dalam agendanya setelah kembali ke Gedung Putih. Namun, implementasi dari ancaman ini akan menguji daya tahan dan fleksibilitas ekonomi global dalam menghadapi perubahan dinamika keuangan internasional. (Faris Huda)








