Suara Kita News – Dikutip dari akun @kemenkop, Program Makan Bergizi Gratis ini adalah inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Pemerintah berharap, dengan adanya program ini mampu untuk mengurangi angka stunting dan juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tidak hanya itu saja, tetapi juga bisa membuka pintu bagi pertumbuhan industri dalam negeri.

Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, didampingi Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono beserta dengan jajarannya. Memberikan tanggapan berkenaan dengan adanya Kisruh Koperasi Susu yang terjadi di Boyolali dan Pasuruan. Karena kejadian ini, Menteri Koperasi pun berkomitmen untuk melakukan koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait. Untuk mengoptimalkan peran Koperasi Susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Nasional.

Menanggapi protes pembuangan susu beberapa waktu lalu di Boyolali. Wakil Menteri Ferry Juliantono pun turun langsung untuk memberikan solusi jangka pendek maupun panjang. Kemenkop sendiri akan mendukung peternak dan melakukan pendampingan, serta mendorong koperasi untuk terlibat dalam industri pengolahan susu.
Wakil Menteri, Ferry Juliantono menyampaikan,”Bahwa kunjungan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan produksi susu dalam negeri dan kesejahteraan peternak.”
Menteri Koperasi, Budi Arie memberikan jaminan bagi Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) dan PT Industri Susu Alam Murni (ISAM). Bahwa penyerapan produk susu lokal akan semakin terbuka lebar. Dimulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebutuhan pasokan susu untuk 15 juta penerima manfaat. Akan sangat besar dalam memberikan ruang kepada peternak dan koperasi untuk berperan lebih dalam.
Menteri Budi Arie juga akan memastikan secara langsung. Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) dan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) sebagai koperasi yang mendorong masuknya ekosistem rantai pasok Makan Bergizi Gratis (MBG). Beliau juga menekankan pada peningkatan kualitas dan produktivitas pengolahan susu. Dan pentingnya menjaga kualitas susu dan harga yang kompetitif untuk keberhasilan jangka panjang. (Mita)








