Indonesia Dukung Reformasi WTO dan FTAAP untuk Perdagangan Inklusif dan Berkelanjutan

Suara Kita News — Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menciptakan perdagangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP). Dalam mendorong integrasi regional sesuai dengan Visi APEC Putrajaya 2040. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Menteri Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) ke-35 di Lima, Peru pada 14 November.

Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, bersama Menteri Luar Negeri Sugiono, menghadiri pertemuan tersebut. Dalam kesempatan ini, Mendag Budi menyampaikan bahwa WTO adalah pilar utama. Dalam sistem perdagangan multilateral dan perlu direformasi agar tetap relevan dan efektif. “Kita harus melakukan dialog terbuka dan memajukan reformasi WTO untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif, terhubung, dan berkelanjutan serta untuk memperkuat stabilitas rantai nilai global,” ujar Budi.

Reformasi WTO, terutama dalam sistem penyelesaian sengketa, dianggap sangat penting oleh Indonesia. Prioritas diberikan pada pemulihan sistem dua tingkat penyelesaian sengketa. Melalui penunjukan anggota Badan Banding untuk membangun kembali kepercayaan dan kredibilitas WTO.


Baca Juga : Indonesia Dukung Pertumbuhan Pasar Kredit Karbon dan Perdagangan Digital di Asia-Pasifik

Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya akses pasar yang adil bagi produk pertanian dari negara berkembang dan pemberdayaan UKM untuk ikut serta dalam perdagangan global. “WTO bisa membantu dengan menyediakan bantuan teknis, peningkatan kapasitas, dan mengatasi hambatan non-tarif yang mempengaruhi UKM,” kata Budi.

Djatmiko Bris Witjaksono, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, menambahkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan inklusivitas. Termasuk dalam pemberdayaan ekonomi perempuan seperti yang diuraikan dalam Deklarasi Menteri MC13. Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan lingkungan yang tidak diskriminatif terhadap negara berkembang.

Pertemuan Tingkat Menteri Asia-Pacific Economic Cooperation APEC
Pertemuan Tingkat Menteri Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Lima, Peru, Kamis (14 Nov)
Dok: Kemendag

Mengenai FTAAP, Djatmiko menegaskan bahwa kerjasama dan fleksibilitas diperlukan untuk menyesuaikan dengan berbagai tingkat pembangunan di kawasan APEC, termasuk dalam kerangka integrasi bertahap dan dukungan untuk perekonomian yang berada di berbagai tahap kesiapan.

Dalam pertemuan tersebut, agenda utama termasuk inovasi, digitalisasi, transisi ekonomi formal, pertumbuhan berkelanjutan, serta perdagangan dan investasi untuk pembangunan yang inklusif. Indonesia juga menyoroti isu-isu seperti pengurangan limbah pangan, transisi energi yang adil, dan inovasi hidrogen, sambil mendorong investasi dan kerjasama dalam ketahanan ekonomi dan energi berkelanjutan.

Di sela-sela AMM, Mendag Budi juga melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa negara mitra dagang. Seperti Jepang, Singapura, Kanada, Korea Selatan, dan Hong Kong untuk meningkatkan kerja sama perdagangan. Ia juga mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan dan APEC CEO Summit.

-spectre-

Artikel Terkait

Paradoks Norwegia: Negara Hijau yang Kaya Raya dari Ekspor Minyak — Apa Dampak Perang Timur Tengah bagi Dana Triliunannya?

Suarakitanews — [Norwegia], Norwegia memimpin dunia dalam transisi energi bersih, namun di saat yang sama meraup triliunan rupiah dari ekspor minyak dan gas bumi. Paradoks ini kini kembali diuji oleh…

Lanjutkan Membaca

// // //
Dampak Perang AS-Iran terhadap Nilai Tukar Mata Uang Dunia: Rupiah, Rupee, hingga Rubel

Suarakitanews – Ketika konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran meletus pada akhir Februari 2025, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah. Dampak perang AS-Iran terhadap nilai tukar mata…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri