Suara Kita News. Com – INDRAMAYU — Di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, roda pemerintahan Kabupaten Indramayu terus berputar kencang demi mewujudkan visi Indramayu Reang. Tak hanya retorika, komitmen nyata kini tengah dibuktikan lewat langkah masif di sektor yang paling mendasar bagi masyarakat: kesehatan.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, denyut pembangunan kesehatan di Kota Mangga ini kian bergemuruh. Pemkab Indramayu tidak setengah-setengah dalam memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari merbrending rumah sakit milik daerah hingga mengoptimalkan peran Puskesmas sebagai garda terdepan di tengah-tengah warga.
Komitmen ini paling kasat mata terlihat dari jaminan perlindungan sosial yang digelontorkan. Berdasarkan data hingga Agustus 2026, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Indramayu sukses menyentuh angka fantastis: 99,81 persen.
Tak sekadar mengejar kuantitas, tingkat keaktifan peserta juga digenjot hingga mencapai 78,57 persen—kini tinggal selangkah lagi menuju target ideal 80 persen. Angka ini memastikan bahwa warga Indramayu tidak sekadar mengantongi kartu kepesertaan, melainkan benar-benar bisa memanfaatkannya saat darurat medis mendera.
Negara hadir, begitu pula pemerintah daerahnya. Demi memastikan tidak ada satupun warga yang luput dari akses kesehatan, Pemkab Indramayu mendaftarkan 541.445 jiwa dari kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU-BP).
Kebijakan pro-rakyat ini ditopang langsung oleh dana jumbo dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp233,8 miliar. Langkah berani ini menjadi bukti sahih keberpihakan duet kepemimpinan Lucky Hakim dan Syaefudin kepada masyarakat kecil yang selama ini kesulitan mengakses jaminan kesehatan secara mandiri.
- Fasilitas Diperkuat: Pengembangan rumah sakit daerah dan Puskesmas demi pelayanan yang cepat serta ramah warga.
- Inklusivitas Tinggi: Pembiayaan APBD masif untuk kelompok rentan.
- Keberlanjutan Layanan: Fokus mendorong keaktifan JKN agar manfaatnya terasa jangka panjang.
Bagi duet kepemimpinan daerah ini, kesehatan bukan sekadar fasilitas, melainkan fondasi utama peradaban yang bermartabat. Seluruh kebijakan diarahkan agar warga bisa menikmati layanan yang mudah, cepat, berkualitas, dan terjangkau tanpa harus dihantui biaya mahal.
Dengan capaian JKN 99,81 persen, keaktifan 78,57 persen, serta suntikan dana ratusan miliar rupiah, Indramayu kini menapaki babak baru. Sebuah pembuktian bahwa kerja nyata pemerintah daerah benar-benar berorientasi pada denyut nadi dan kebutuhan masyarakatnya.
(Herno / Arief)






