Krisis Air Bersih hingga Masalah Sampah di Karawang: Menagih Peran dan Solusi Nyata Pemerintah

Suara Kita News.com – KARAWANG — Akses terhadap air bersih, sanitasi yang layak, serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan masih menjadi tantangan mendesak bagi sebagian warga Kabupaten Karawang. Berangkat dari kondisi tersebut, Forum Civil Society Organization (CSO) WASH (Water, Sanitation, Hygiene) kembali menggelar pertemuan keduanya di Front One Akshaya Hotel Karawang, Selasa (25/8/2026). Forum ini hadir sebagai ruang belajar bersama sekaligus sarana advokasi untuk mendorong pemenuhan hak dasar masyarakat di wilayah pesisir, dataran rendah, hingga pegunungan.

Gerakan ini berawal dari pemetaan partisipatif VVASH yang dilakukan oleh ibu-ibu KPPI Karawang bersama Tim Perkumpulan Inisiatif di Dusun Tanah Timbul, Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan pada 2025 lalu. Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi komunitas hingga terbentuknya wadah kolaborasi CSO WASH.

Salah satu isu krusial yang mengemuka dalam forum adalah minimnya akses air minum layak di wilayah pesisir Karawang akibat kondisi air tanah yang payau. Untuk mengolah air payau menjadi air layak minum, dibutuhkan sentuhan teknologi pengolahan yang tepat dan memadai.

Tak hanya persoalan geografis, efektivitas program air bersih berbasis masyarakat pun menghadapi jalan buntu. Perwakilan KKM Bayu Urip mengungkapkan bahwa sarana Pamsimas di wilayahnya—yang semula ditargetkan melayani 200 hingga 250 Kepala Keluarga (KK) dengan tarif Rp2.000 per meter kubik. Hanya ada 45 konsumen.

“Air yang awalnya layak konsumsi kini terasa getir saat diminum. Ini bukan karena kandungan kapur, tapi penyebab pastinya belum diketahui. Akibatnya, tidak mencapai target yang di inginkan,” ujarnya.

Untuk memulihkan fungsi Pamsimas agar air kembali layak konsumsi, dibutuhkan pengeboran ulang yang diperkirakan menelan anggaran hingga Rp100 juta. Tanpa intervensi anggaran dari pemerintah, skema pengolahan air permukaan berbasis masyarakat ini terancam mangkrak secara permanen.

Dalam forum ini, peserta juga mendiskusikan berbagai teknologi sanitasi terapan yang cocok untuk wilayah pasang surut dan permukiman padat:

Solusi tangki septik terapan yang menggunakan tiga pipa konsentris (gabungan proses aerobik dan anaerobik). Teknologi ini telah dimodifikasi dengan persemaian bakteri pengurai pada awal pemakaian untuk mengolah limbah black water (toilet) dan grey water (dapur/cucian), sehingga menghemat waktu tunggu pengendapan lumpur dari 4 bulan menjadi lebih cepat.

Tangki kedap udara untuk mengolah sampah organik dan kotoran ternak melalui fermentasi anaerobik. Selain menghasilkan energi alternatif (biogas metana) untuk memasak, alat ini menghasilkan pupuk organik cair/padat (slurry) yang bernilai guna.

Selain masalah air, penumpukan sampah liar di tepi jalan masih marak akibat minimnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) serta adanya biaya retribusi pembuangan yang memberatkan warga.

Meski upaya pemilahan mulai berjalan, seperti pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme dan sampah anorganik menjadi bahan baku paving block, para penggiat lingkungan menemui kendala besar pada rantai pemasaran (offtaker).

Produk daur ulang seperti paving block limbah plastik belum memiliki pembeli tetap (offtaker), sehingga produksi kerap tertahan sambil menunggu pesanan, sementara volume sampah terus menumpuk. Pemerintah Daerah dituntut hadir tidak hanya mendorong produksi daur ulang non-komersial, tetapi juga menyiapkan pangsa pasarnya (market creation).

Memasuki sesi penutup, Pius Widiyatmoko selaku moderator membekali peserta forum dengan materi perencanaan dan penganggaran daerah. Pemahaman mengenai alur APBD ini dinilai krusial agar advokasi masyarakat sipil ke dinas atau instansi terkait dapat dilakukan secara berbasis data, tepat sasaran, dan solutif.

Rangkaian temuan dari forum ini dirangkum sebagai bahan evaluasi bersama untuk dibawa pada pertemuan ketiga. Harapan besar ditumpukan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar tidak menutup mata, melainkan memberikan dukungan penuh dan langkah konkret demi terwujudnya layanan WASH yang adil dan merata bagi seluruh warga.

Penulis : Yerrydewa

  • Artikel Terkait

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

    Lanjutkan Membaca

    // // //
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

    Lanjutkan Membaca

    // // //

    Rekomendasi

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    • October 12, 2026
    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    • October 10, 2026
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    • October 9, 2026
    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    • October 8, 2026
    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    • October 8, 2026
    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

    • October 8, 2026
    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri