Suara Kita News.com – KARAWANG — Pemandangan tak biasa menghiasi Lapangan Mapolresta Karawang. Sejumlah warna dan latar belakang melebur tanpa sekat: hijau mencolok jaket ojek online, cokelat khas kepramukaan, seragam Karang Taruna, hingga kedisiplinan barisan TNI-Polri dan tokoh ormas. Mereka berdiri sejajar dalam komando yang sama untuk mengawal kondusivitas daerah.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, Apel Gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat”—inisiasi strategis Polda Jawa Barat—menjadi panggung konsolidasi publik. Dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, serta tokoh agama, kegiatan ini menegaskan pergeseran paradigma pengamanan wilayah: dari sekadar penegakan hukum menjadi kerja kolektif berbasis komunitas (community policing).
Keterlibatan aktif pengemudi ojek pangkalan, pekerja transportasi harian, hingga pelajar kepramukaan menempatkan masyarakat sebagai elemen krusial dalam deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tingkat akar rumput.
“Semangat kebersamaan inilah yang harus terus kita rawat. Menjaga keamanan dan kondusivitas Jawa Barat bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kita bersama,” ujar Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh di sela-sela kegiatan.
Langkah terobosan yang digelorakan dari Karawang ini membawa narasi penting bagi stabilitas Jawa Barat. Keamanan tidak cukup disokong oleh prosedur operasional aparat, tetapi juga dirawat melalui keterikatan sosial antarwarga.
Gerakan ini dipungkasi dengan komitmen kolektif yang mengema kuat di area apel:
“Dari Karawang, mari kita terus Jaga, Rawat Jawa Barat. Jaga keamanannya, rawat kebersamaannya.”
Penulis : yerrydewa






