Suara Kita News.com – CIBUAYA — Di tengah efisiensi anggaran dan pergeseran pola penilaian kinerja pemerintah daerah, Pemkab Karawang memilih bertahan pada filosofi dasarnya: kebutuhan warga di atas segalanya. Pesan kuat ini ditegaskan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat merambah pesisir utara Karawang dalam helatan Gerakan Pangan Murah, Gerakan Tanam Cabai, dan Bazar UMKM di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya.
Desa Pejaten resmi didapuk sebagai pusat lokus program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) 2026. Meski kompetisi dan penilaian formal P2WKSS di tingkat Provinsi Jawa Barat kini ditiadakan, Pemkab Karawang enggan menyurutkan langkah.
Di hadapan ratusan warga dan aparat desa, Bupati Aep menggarisbawahi pentingnya gotong royong dalam mengeksekusi program pemberdayaan. Pembangunan daerah, menurutnya, mustahil ditopang oleh ego sektoral atau figur tunggal.
“Kita ini bukan Superman. Kita ini adalah super team. Enggak ada yang hebat. Yang hebat itu adalah semuanya. Kalau kita menyatu kita akan hebat, begitupun program P2WKSS,” pungkas H. Aep Syaepuloh.
Komitmen tersebut dibuktikan lewat pemerataan program strategis yang langsung menyentuh akar rumput. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Karawang memprioritaskan intervensi pada sektor-sektor krusial:
- Jaminan Kesehatan Inklusif: Pemenuhan cakupan layanan kesehatan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat Karawang.
- Modernisasi Infrastruktur Pendidikan: Perbaikan serta rehabilitasi masif gedung SD dan SMP di wilayah perkotaan hingga pelosok.
- Fokus Pendidikan Usia Dini: Akselerasi penyelesaian fasilitas PAUD di Desa Pejaten untuk memastikan anak-anak pesisir mendapatkan fondasi edukasi yang layak.
Langkah inovatif di Desa Pejaten menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis masyarakat tidak boleh terhenti sekadar karena urusan administratif atau penilaian kuis tingkat provinsi. Kebijakan publik yang responsif sejatinya diukur dari seberapa besar manfaat langsung yang dirasakan oleh warga.






