Suara Kita News.com – KARAWANG — Ketersediaan air bersih, fasilitas sanitasi yang layak, serta tata kelola sampah masih menjadi barang mahal bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di wilayah pesisir, persoalan ini kian pelit akibat ancaman banjir rob dan pemanasan global. Tak hanya di pesisir, keterbatasan akses terhadap Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) juga membayangi warga di dataran rendah hingga kawasan pegunungan.
Merespons kondisi tersebut, Perkumpulan Inisiatif bersama Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Karawang menginisiasi pembentukan Forum Advokasi Layanan & Anggaran WASH Kabupaten Karawang.
Gerakan ini sejatinya diawali dari aksi partisipatif ibu-ibu KPPI di Dusun Tanah Timbul, Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan pada 2025. Dari pemetaan lapangan, warga menyusun Community Action Plan (CAP)—sebuah dokumen aspirasi berbasis data lokal. CAP ini terbukti ampuh menghasilkan intervensi nyata, seperti perbaikan sumur artesis via APBD Karawang di RT 13 serta pembangunan sumur bor di RT 10, 11, dan 12 dari hibah Yayasan Pesona Bintang Delapan.
Melihat keberhasilan di Dusun Tanah Timbul, Perkumpulan Inisiatif dan KPPI Karawang memandang pentingnya memperluas skala gerakan agar persoalan sistemis di seluruh Karawang dapat teratasi.
Untuk itu, digelar Diskusi Forum CSO (Civil Society Organization) Ke-1 pada Jumat (7/8/2026) di Front One Akshaya Hotel Karawang. Pertemuan ini menghimpun berbagai elemen masyarakat sipil, mulai dari LSM/NGO, akademisi, organisasi perempuan, komunitas lokal, hingga media massa.
Langkah penggalangan kekuatan ini diambil mengingat keterbatasan anggaran dan jangkauan pengawasan pemerintah. Di sisi lain, perjuangan tunggal oleh satu lembaga kerap minim daya tawar (bargaining power). Melalui wadah forum, sinergi antar-elemen dibentuk untuk membangun sistem kontrol dan keseimbangan (checks and balances) yang solid terhadap kebijakan publik.
Dalam struktur koalisi ini, masing-masing pihak memegang peran strategis:
- CSO/NGO & Komunitas: Menjadi penyambung suara warga di tingkat tapak serta mengumpulkan data lapangan (Community Action Plan).
- Akademisi & Peneliti: Memperkuat argumen advokasi lewat kajian ilmiah dan analisis data empiris (evidence-based policy).
- Media Massa: Mempublikasikan temuan, mengangkat isu WASH ke ruang publik, dan mengawal dinamika opini masyarakat agar pemerintah bersikap responsif.
Pertemuan perdana ini menjadi awal dari serangkaian lima tahap pertemuan yang dirancang secara berkesinambungan. Fokus diskusi pertama berkutat pada perkenalan, pemetaan kontribusi lembaga, penyamaan persepsi, serta pengidentifikasian isu-isu WASH yang bergolak di tingkat komunitas.
Pada tahapan mendatang, forum akan melangkah lebih jauh ke ranah teknis dan strategis, yakni membahas:
- Perancangan dan Alokasi Anggaran sektor WASH.
- Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) publik agar transparan dan tepat sasaran.
Maksud utama pembentukan forum ini adalah mengawal isu WASH secara konsisten—bukan sekadar aksi insidental saat bencana atau proyek berjalan.
Pengawasan ini mencakup dua pilar utama:
- Advokasi Regulasi: Memastikan Peraturan Daerah (Perda) maupun Keputusan Bupati secara eksplisit menjamin hak atas air bersih dan sanitasi, serta merealisasikannya dalam bentuk program nyata.
- Advokasi Anggaran:
- Perencanaan: Mengawal agar alokasi APBD untuk WASH memadai dan proporsional.
- Pelaksanaan: Memastikan eksekusi anggaran tepat guna untuk pembangunan infrastruktur (sumur bor, jamban sehat, pengelolaan limbah) tanpa tergerus ketidakefisienan atau korupsi.
- Evaluasi: Menilai sejauh mana pemanfaatan anggaran mampu menurunkan angka penyakit dan memutus krisis air secara berkelanjutan.
Melalui rangkaian diskusi ini, seluruh elemen menargetkan lahirnya kesepakatan bersama, penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), serta peresmian pembentukan Forum CSO WASH Kabupaten Karawang.
Kehadiran forum ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang kokoh antara aspirasi masyarakat di tingkat tapak dengan penentu kebijakan di tingkat daerah, demi terwujudnya tata kelola air bersih, sanitasi, dan lingkungan Karawang yang adil, transparan, dan berkelanjutan.
Penulis : Yerrydewa






