Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum Sumut Desak Kejagung Tahan Mantan Jampidsus Febri Adriansyah

Suara Kita News. Com – MEDAN — Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPH) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jalan Jenderal A.H. Nasution, Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Rabu (22/7/2026).

​Aksi yang menuntut penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febri Adriansyah, tersebut sempat diwarnai ketegangan dan aksi bakar ban oleh massa aksi.

​Koordinator AMPH Sumut, Alan Pane, S.H., dalam keterangannya menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang hingga kini belum melakukan penahanan terhadap Febri Adriansyah meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

​“Hari ini kami AMPH Sumut menggelar aksi karena merasa kecewa terhadap Kejagung yang tidak menahan mantan Jampidsus, Febri Adriansyah. Kejagung hanya menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Alan kepada wartawan.

​Dalam unjuk rasa tersebut, AMPH Sumut menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada aparat penegak hukum, yang meliputi:

  1. ​Penjarakan Mantan Jampidsus: Meminta Kejagung segera memenjarakan Febri Adriansyah dan membongkar skandal korupsi besar yang diduga melibatkan yang bersangkutan.
  2. ​Pemeriksaan Jaksa Agung: Meminta pemeriksaan terhadap Jaksa Agung yang diduga melindungi Febri Adriansyah selama menjabat sebagai Jampidsus melalui aliran dana atau setoran.
  3. ​Dugaan Perlindungan: Menyoroti dugaan adanya pihak berinisial SS yang memberikan perlindungan kepada Febri Adriansyah.
  4. ​Evaluasi Institusi: Menyebut institusi Kejaksaan mandul karena tidak bernyali menahan Febri Adriansyah.
  5. ​Reformasi Kejaksaan: Menyerukan reformasi total di tubuh institusi Kejaksaan.
  6. ​Pemberantasan Koruptor: Menyelamatkan marwah institusi penegak hukum dari praktik-praktik korupsi.
  7. ​Penarikan Pengamanan: Mendesak agar personel TNI ditarik dari penjagaan di lingkungan Kejaksaan.

​Ketegangan sempat terjadi di lokasi ketika massa mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) untuk hadir dan menemui para demonstran secara langsung.

​Karena permintaan tersebut tidak kunjung dipenuhi oleh pihak Kejatisu, massa yang geram meluapkan kekesalannya dengan membakar ban bekas di tengah jalan sebagai simbol perlawanan.

​“Kami juga kecewa tadi karena permintaan kami agar Kajatisu datang menemui massa tidak dipenuhi. Kami juga berencana bakal menggelar aksi jilid II dengan menghadirkan jumlah massa yang lebih banyak lagi,” tegas Alan.

​Setelah menyampaikan seluruh tuntutan dan melakukan orasi secara bergantian, massa AMPH Sumut akhirnya membubarkan diri secara tertib dan kembali ke kediaman masing-masing di bawah pengawasan aparat keamanan.

​(Tim)

  • Artikel Terkait

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

    Lanjutkan Membaca

    // // //
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

    Lanjutkan Membaca

    // // //

    Rekomendasi

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    • October 12, 2026
    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    • October 10, 2026
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    • October 9, 2026
    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    • October 8, 2026
    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    • October 8, 2026
    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

    • October 8, 2026
    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri