Suara Kita News. Com – MEDAN – Polda Sumatera Utara mengambil langkah tegas menyikapi fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang meresahkan masyarakat. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Aula Catur Prasetya Poldasu, Rabu (15/7), seluruh pemangku kepentingan menyepakati percepatan normalisasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sumut.
Data yang dipaparkan Kepala Biro Operasi Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri, menunjukkan urgensi kondisi di lapangan. Hingga 14 Juli 2026, tercatat 125 dari 324 SPBU di Sumatera Utara mengalami gangguan distribusi pasokan.
”Hasil mitigasi kami menunjukkan adanya keterlambatan pasokan yang diperparah dengan berkurangnya jumlah Awak Mobil Tangki (AMT). Sebagai langkah nyata, Polda Sumut telah mengerahkan 786 personel untuk pengamanan dan pengawalan distribusi, serta menyiapkan 10 personel cadangan yang siap diperbantukan sebagai pengemudi tangki jika dibutuhkan,” tegas Kombes Dwi.
Direktur Intelkam Poldasu, Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma, membeberkan hasil analisis lapangan yang menjadi akar permasalahan. Menurutnya, terjadi gangguan tenaga kerja pada operasional fuel terminal yang berdampak pada sistem pengiriman BBM ke SPBU yang dilakukan secara bertahap dan tidak proporsional.
”Krisis pengemudi truk tangki terjadi setelah adanya kebijakan pemberhentian sejumlah pengemudi akibat pelanggaran kerja. Akibatnya, SPBU hanya menerima sekitar 50 persen dari total volume permintaan harian. Stok yang tidak mencukupi inilah yang memicu efek domino antrean panjang di SPBU yang masih memiliki persediaan,” jelas Ajie
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedy Jaminsyah Purba, menuntut langkah konkret dari pihak Pertamina. Mewakili Pemerintah Provinsi Sumut, ia menegaskan bahwa masyarakat memerlukan tindakan nyata, bukan sekadar penjelasan teknis.
”Terdapat tiga poin instruksi Gubernur Sumatera Utara kepada Pertamina: kepastian waktu normalisasi, langkah konkret di lapangan, dan penyusunan strategi jangka panjang agar krisis serupa tidak terulang,” tegas Dedy.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menyamakan situasi antrean BBM saat ini dengan penanganan bencana. Pihaknya mencatat telah terjadi insiden perkelahian hingga jatuhnya korban pingsan di beberapa titik SPBU akibat kelelahan mengantre.
”Kami telah menyiagakan patroli blue light di 91 SPBU di Kota Medan untuk mengurai kemacetan dan menjaga kondusivitas. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan di media sosial yang berpotensi memicu kepanikan massal,” ujar Calvijn.
Di sisi lain, Ketua DPC Hiswana Migas Sumut, Rajali Husein, menyatakan bahwa seluruh SPBU di jalur lintas Sumatera telah diinstruksikan untuk beroperasi penuh selama 24 jam. Pihak Hiswana Migas juga menyambut baik dukungan pengawalan dari TNI dan Polri untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa adanya penyimpangan di tingkat bawah.
Hingga berita ini diturunkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang diwakili oleh General Manager Sunardi, diharapkan segera melakukan langkah akselerasi untuk memulihkan ketersediaan BBM agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal. (Tim)






