Suara Kita News. Com KARAWANG – Prosesi sakral rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang yang mestinya berjalan penuh khidmat, berubah menjadi panggung drama yang tak terduga. Sebuah insiden di sela-sela sesi foto bersama Bupati Karawang, Sabtu (20/6), mendadak mencuri perhatian publik dan memecah suasana formal menjadi tegang.
Di tengah deretan pejabat yang baru saja dilantik, mata para tamu undangan tertuju pada seorang warga bernama Haji Anisah. Dengan langkah tegas, ia menerobos protokoler dan menghampiri D K—mantan pejabat RSUD Karawang yang kini dipindah-tugaskan ke Kecamatan Telagasari.
Situasi yang awalnya tertib seketika pecah. Tepat saat DK bersiap untuk diabadikan dalam sesi dokumentasi resmi, Haji Anisah melayangkan aksi protes yang membuat seisi ruangan terkesiap. Kabar yang beredar di lapangan menyebutkan, sempat terjadi aksi penarikan kerah baju pejabat tersebut oleh Haji Anisah.
Aksi ini sontak memutus fokus rangkaian seremoni pelantikan. Kamera yang seharusnya membidik wajah-wajah baru dalam birokrasi Karawang, justru beralih merekam ketegangan yang terjadi di sudut ruang acara.
Bukan tanpa alasan Haji Anisah berani melakukan aksi berani di depan mata para elit birokrasi. Kepada para peserta yang terdiam, ia menegaskan bahwa tindakannya adalah pesan moral yang menohok bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia menekankan bahwa jabatan bukanlah alat untuk kepentingan pribadi, apalagi sarana penyalahgunaan relasi kuasa yang mencederai kepercayaan publik. Lebih dalam lagi, Haji Anisah menyoroti pentingnya menjaga etika dan kehormatan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan pribadi agar tidak merusak keharmonisan rumah tangga orang lain.
“Jabatan itu sementara, tetapi nama baik, integritas, dan tanggung jawab moral akan dikenang lebih lama,” tegas Haji Anisah di tengah sorotan mata para pejabat yang hadir.
Hingga berita ini diturunkan, suasana acara pelantikan dilaporkan tetap dilanjutkan sesuai agenda, meski riuh insiden tersebut masih menjadi bahan perbincangan hangat para tamu undangan di luar ruangan.
Hingga saat ini, pihak DK masih bungkam. Belum ada pernyataan resmi baik dari yang bersangkutan maupun dari Pemerintah Kabupaten Karawang terkait insiden memalukan yang mencoreng wajah birokrasi ini.
Publik Karawang kini menanti jawaban. Apakah ini sekadar insiden pribadi, atau ada skandal yang lebih dalam di balik tirai birokrasi RSUD yang kini mulai tersingkap ke permukaan?
penulis : Jodi






