Prapid Ditolak, Tersangka Penganiayaan Diduga Lancarkan “Serangan Balik” Lewat Hoaks

Suara Kita News. Com. MEDAN – Kekalahan dalam persidangan Praperadilan (Prapid) diduga memicu reaksi emosional dari tersangka penganiayaan brutal berinisial PS. Bukannya fokus pada substansi hukum, PS bersama pihak keluarganya kini dituding melancarkan serangan personal melalui penyebaran informasi hoaks dan narasi negatif yang menyasar Ketua Umum DPP Pemuda Barisan Karo (PBK), Jesaya Tarigan.

​Serangan ini mencuat setelah permohonan Prapid PS ditolak mentah-mentah oleh Pengadilan Negeri Medan. Informasi yang dihimpun menunjukkan adanya pesan berantai dari nomor ponsel 08XX50XX66XX yang menuding Jesaya melakukan penggiringan opini dan mencari panggung di tengah kasus yang sedang bergulir.

​Dalam persidangan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026), Hakim Tunggal Pinta Uli Tarigan secara tegas menolak seluruh petitum yang diajukan oleh pemohon (PS). Hakim berkesimpulan bahwa penyidik telah memiliki bukti permulaan yang cukup kuat untuk menetapkan PS sebagai tersangka.

​”Menolak permohonan Prapid seluruhnya yang diajukan pemohon. Dengan demikian, pemohon dan kuasa hukumnya gagal memberikan pembuktian di persidangan,” tegas Hakim Pinta Uli dalam amar putusannya.

​Dua dokumen visum serta keterangan dari empat orang saksi menjadi bukti kunci yang tidak terbantahkan, sekaligus meruntuhkan argumen PS bahwa penetapan tersangkanya tidak sah.

​Konflik ini kian memanas karena Jesaya Tarigan bukanlah orang asing bagi tersangka. Jesaya adalah sosok yang sebelumnya bersedia menjadi penjamin saat PS mengajukan penangguhan penahanan di Polrestabes Medan.

​Saat dikonfirmasi awak media, Jesaya menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap “air susu dibalas air tuba” yang diperlihatkan keluarga tersangka. Ia menilai narasi yang menyebut dirinya melakukan pemerasan atau koordinasi palsu dengan Mabes Polri adalah upaya putus asa untuk mem-framing kasus.

​”Saya yang menjadi penjamin PS sangat kecewa. Harusnya mereka menghormati kesepakatan dengan pihak kepolisian saat penangguhan diberikan, bukan malah memproduksi hoaks untuk mengaburkan fakta penganiayaan brutal yang terjadi,” ujar Jesaya Tarigan.

​Keluarga tersangka diduga sengaja melempar isu liar ke publik melalui platform pesan singkat. Salah satu narasi menuding adanya “dugaan pemerasan” tanpa dasar bukti yang jelas. Upaya ini dinilai sebagai taktik character assassination (pembunuhan karakter) terhadap tokoh ormas yang justru awalnya berniat membantu.

​Pihak Jesaya Tarigan kini tengah mempertimbangkan langkah-langkah strategis atas penyebaran informasi palsu tersebut. Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana ruang informasi publik seringkali disalahgunakan untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan di meja hijau.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak PS belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan Prapid dan tudingan penyebaran hoaks tersebut.

​Editor: Tim Redaksi

  • Artikel Terkait

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

    Lanjutkan Membaca

    // // //
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

    Lanjutkan Membaca

    // // //

    Rekomendasi

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    • October 12, 2026
    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    • October 10, 2026
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    • October 9, 2026
    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    • October 8, 2026
    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    • October 8, 2026
    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

    • October 8, 2026
    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri