Suara Kita News.com. KARAWANG – Di bawah terik matahari yang mulai menyengat, ada pemandangan berbeda di sudut-sudut Telukjambe Barat pagi ini. Bukan sekadar rutinitas birokrasi, puluhan pegawai kecamatan tampak menanggalkan seragam rapi mereka sejenak, menggantinya dengan semangat gotong royong yang kian langka di era modern.
Aksi ini merupakan respons cepat terhadap Surat Bupati Karawang Nomor: 600.4.1/732/DLH mengenai Gerakan Indonesia Asri. Namun, bagi Camat Telukjambe Barat dan jajarannya, instruksi ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif di atas kertas, melainkan sebuah pernyataan sikap terhadap krisis lingkungan.
Camat Telukjambe Barat memimpin langsung pasukan “hijau” ini. Dengan sapu lidi di tangan dan kantong sampah yang mulai penuh, ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup warga.
“Lingkungan yang bersih adalah cerminan kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Kalimat ini seolah menjadi pengingat bahwa kebersihan wilayah bukanlah tugas satu instansi semata, melainkan kerja kolektif.
Kegiatan ini bertujuan melampaui target fisik. Ada misi besar yang dibawa: Menghidupkan kembali ruh gotong royong. Dalam narasi yang lebih luas, Gerakan Indonesia Asri di Telukjambe Barat ingin menciptakan efek domino:
- Edukasi Visual: Menunjukkan kepada masyarakat bahwa aparatur sipil adalah contoh pertama dalam menjaga ekosistem.
- Transformasi Mental: Mengubah paradigma dari “membersihkan sampah” menjadi “tidak membuang sampah”.
- Kenyamanan Publik: Menciptakan ruang terbuka yang sehat dan estetis bagi warga lokal.
Melalui peluh yang menetes pagi ini, Kecamatan Telukjambe Barat sedang mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Karawang: bahwa kelestarian lingkungan dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti saat kantong sampah terakhir diikat, melainkan terus tumbuh menjadi gaya hidup baru di tengah masyarakat. Karena pada akhirnya, lingkungan yang sehat adalah warisan paling berharga yang bisa diberikan untuk generasi mendatang.
Penulis : yerrydewa






