Suara Kita News.com. KARAWANG – Pemkab Karawang resmi memulai babak baru dalam memuliakan para sesepuh daerah. Bukan sekadar bantuan renovasi biasa, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, baru saja meletakkan batu pertama untuk sebuah proyek ambisius: Model Percontohan Rumah Layak Huni (Rulahu) Lansia Terintegrasi di Kecamatan Cilamaya Kulon, Rabu (13/5).
Proyek ini menandai pergeseran strategi pembangunan sosial di Karawang, di mana hunian bagi lansia tidak lagi hanya soal atap dan dinding, melainkan ekosistem hidup yang mandiri.
Dalam peluncuran yang dihadiri Wakil Bupati H. Maslani dan unsur Forkopimda tersebut, Bupati Aep mengungkapkan bahwa proyek di Cilamaya Kulon ini merupakan pilot project yang akan menjadi standar baru di Karawang.
Apa yang membuatnya berbeda?
- Klaster Tematik: Sebanyak 8 unit rumah akan dibangun dalam satu area khusus yang dirancang ramah lansia.
- Ketahanan Pangan Lokal: Uniknya, kawasan ini akan dilengkapi dengan area bercocok tanam. Tujuannya jelas: menjaga produktivitas lansia sekaligus memastikan asupan pangan sehat tersedia di halaman rumah.
- Desain Ramah Usia: Pembangunan difokuskan pada aksesibilitas dan kenyamanan fisik bagi warga lanjut usia.
“Bismillah, hari ini kita mulai. Ini adalah proyek percontohan. Kita tidak hanya membangun rumah, tapi juga menyiapkan halaman untuk ketahanan pangan agar para orang tua kita tetap berdaya dan bahagia,” ujar H. Aep Syaepuloh di sela-sela prosesi peletakan batu pertama.
Cilamaya Kulon hanyalah titik awal. Bupati menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini akan segera direplikasi secara masif. Dalam waktu dekat, tiga kecamatan lainnya—Cilamaya Wetan, Tempuran, dan Batujaya—telah masuk dalam daftar pembangunan serupa.
Langkah ini dipandang sebagai respon inovatif Pemkab Karawang terhadap tren peningkatan populasi lansia, sekaligus upaya memastikan “Indeks Kebahagiaan” warga di usia senja tetap terjaga.
Selama ini, program Rulahu seringkali bersifat sporadis (tersebar). Dengan konsep klaster di Cilamaya Kulon, Pemkab Karawang sebenarnya sedang menguji coba konsep “Senior Living” berbasis komunitas. Integrasi dengan ketahanan pangan menunjukkan bahwa pemerintah ingin lansia tetap aktif secara kognitif dan fisik, bukan sekadar menjadi penerima bantuan pasif.
Jika proyek ini sukses, Karawang berpotensi menjadi rujukan nasional dalam penanganan kesejahteraan lansia berbasis lingkungan terpadu.
Penulis : Yerrydewa






