Suarakitanews – World Health Organization mengungkap adanya kemungkinan penularan Hantavirus antar manusia di kapal pesiar MV Hondius setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan infeksi virus tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian internasional karena Hantavirus selama ini dikenal sebagai virus yang umumnya menyebar melalui hewan pengerat, terutama tikus. Namun demikian, WHO menyatakan bahwa penularan antar manusia mungkin terjadi melalui kontak sangat dekat di dalam kapal.
Pejabat WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa organisasi tersebut percaya terdapat kemungkinan penularan antar manusia di antara individu yang memiliki kontak erat selama perjalanan berlangsung.
“Kami memang percaya bahwa mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat,” ujarnya.
Tiga Penumpang Meninggal Dunia
Kapal pesiar MV Hondius diketahui berlayar dari Argentina melintasi Samudera Atlantik sekitar satu bulan lalu. Saat ini kapal tersebut berada di dekat Cape Verde atau Tanjung Verde, di wilayah barat Afrika.
WHO melaporkan terdapat tujuh kasus Hantavirus yang telah teridentifikasi, terdiri dari dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus dugaan.
Dua kasus yang telah dipastikan melibatkan seorang perempuan asal Netherlands dan seorang warga negara United Kingdom berusia 69 tahun yang kini menjalani perawatan medis di South Africa.
Sementara itu, tiga korban meninggal dunia terdiri dari perempuan Belanda, suaminya, serta seorang warga negara Germany.
WHO Selidiki Dugaan Virus Andes
Menurut WHO, penyelidikan sementara mengarah pada kemungkinan bahwa galur Andes dari Hantavirus menjadi penyebab kasus tersebut. Virus Andes diketahui berasal dari wilayah South America dan merupakan salah satu jenis Hantavirus yang dapat menular antar manusia dalam kondisi tertentu.
Selain itu, WHO juga menyebut kapal pesiar tersebut sempat mengunjungi beberapa pulau yang dihuni hewan pengerat, sehingga kemungkinan penularan dari lingkungan masih terus diteliti.
Meski begitu, pihak WHO menegaskan bahwa risiko penyebaran luas kepada masyarakat dunia masih tergolong rendah.
Penumpang dan Awak Jalani Pengawasan Ketat
Sebanyak 149 orang dari 23 negara masih berada di atas kapal dan menjalani langkah pencegahan ketat. Tim medis dari Tanjung Verde bersama WHO juga telah naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap penumpang yang mengalami gejala.
Di sisi lain, operator kapal, Oceanwide Expeditions, mengungkapkan bahwa dua awak kapal yang mengalami gejala pernapasan akut akan dievakuasi ke Belanda menggunakan pesawat medis.
Pemerintah Spain disebut telah memberikan izin awal agar kapal dapat menuju Canary Islands untuk pemantauan lanjutan. Namun demikian, otoritas kesehatan Spanyol menegaskan keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi epidemiologis terbaru.
Penumpang Diliputi Ketidakpastian
Sejumlah penumpang mengaku situasi di kapal masih cukup terkendali meskipun mereka belum diperbolehkan turun.
Seorang penumpang yang tidak ingin disebutkan namanya berharap seluruh pasien segera menjalani tes agar situasi menjadi lebih jelas.
Sementara itu, vlogger perjalanan Jake Rosmarin menyebut ketidakpastian menjadi hal paling sulit selama berada di kapal.
“Ada banyak ketidakpastian, dan itu bagian yang paling sulit. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, mendapat kejelasan, dan bisa pulang,” ujarnya.
Penulis: Mita Putri








