Suarakitanews, India – Sebuah peristiwa menghebohkan terjadi di India bagian timur. Seorang pria bernama Jitu Munda (52) nekat membawa tulang belulang kakak perempuannya ke bank demi membuktikan bahwa sang kakak benar-benar telah meninggal dunia.
Kejadian ini sontak viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Pasalnya, tindakan ekstrem tersebut dilakukan Jitu setelah berulang kali gagal mencairkan tabungan milik kakaknya karena tidak memiliki dokumen resmi kematian.
Awal Mula Kejadian
Menurut pengakuan Jitu, insiden ini bermula ketika kakaknya, Kalara (56), meninggal dunia pada awal tahun. Sebelumnya, Kalara yang bekerja sebagai buruh harian sempat menyimpan uang hasil penjualan ternaknya sebesar 19.300 rupee atau sekitar Rp3,5 juta di bank.
Namun demikian, setelah kematian sang kakak, Jitu kesulitan mengakses dana tersebut. Ia mengaku sudah beberapa kali mendatangi bank, tetapi terus diminta menunjukkan bukti administrasi yang sah.
Akibatnya, rasa frustrasi memuncak. Bahkan, Jitu akhirnya menggali kembali makam kakaknya dan membawa tulang belulangnya ke bank sebagai bukti nyata.
“Saya hanya ingin mereka percaya bahwa kakak saya sudah meninggal,” ujar Jitu.
Video Viral Picu Kemarahan Publik
Video yang memperlihatkan Jitu membawa karung berisi tulang belulang dan meletakkannya di depan bank dengan cepat menyebar luas. Oleh karena itu, banyak warganet mengkritik sistem birokrasi yang dinilai terlalu rumit, terutama bagi masyarakat pedesaan.
Selain itu, kasus ini juga membuka diskusi tentang sulitnya akses layanan perbankan bagi warga yang tidak memahami prosedur administratif secara lengkap.
Klarifikasi Pihak Bank
Di sisi lain, pihak bank membantah tuduhan bahwa mereka meminta bukti berupa jasad fisik. Mereka menegaskan bahwa yang diminta hanyalah dokumen resmi sesuai aturan hukum.
Lebih lanjut, pihak bank menyebut bahwa Jitu sebenarnya telah diberi penjelasan terkait prosedur pencairan dana. Namun, ia tidak mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan.
Bahkan, kepala cabang bank juga menyatakan bahwa ada ahli waris sah lainnya yang telah mengajukan klaim atas dana tersebut.
Respons Pemerintah
Menanggapi kejadian ini, pemerintah setempat langsung turun tangan.
Menteri Pendapatan Odisha menyatakan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki dan tindakan akan diambil jika ditemukan pelanggaran.
Sementara itu, pemerintah distrik setempat menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan pentingnya menjaga martabat masyarakat.
Tak hanya itu, pemerintah juga akhirnya membantu menerbitkan akta kematian serta dokumen ahli waris. Dengan demikian, dana milik almarhumah berhasil dicairkan kepada keluarga yang berhak.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa birokrasi yang rumit dapat berdampak besar, terutama bagi masyarakat kecil. Oleh sebab itu, diperlukan edukasi yang lebih luas serta sistem yang lebih humanis dalam pelayanan publik.
Penulis: Mita Putri








