Suara Kita News. Com. KARAWANG – Di tengah deru mesin pabrik yang mendominasi identitas Karawang, Bupati H. Aep Syaepuloh ingin mengirimkan pesan berbeda: Masa depan daerah ini tidak lagi hanya soal industri, tapi soal otak dan karakter manusianya.
Pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung khidmat di Plaza Pemda Karawang, Sabtu (2/5/2026), Bupati Aep menegaskan bahwa kualitas SDM adalah “bahan bakar” utama agar Karawang tidak hanya menjadi penonton di panggung global.
Masalah kesejahteraan guru seringkali hanya menjadi komoditas janji. Namun, dalam pidatonya, Bupati Aep membeberkan realita yang berbeda. Ia mengumumkan langkah berani Pemkab Karawang yang telah memberikan kepastian hidup bagi ribuan tenaga pendidik.
Total 2.339 guru dan 1.284 tenaga teknis kini resmi menyandang status PPPK Paruh Waktu. Langkah ini dianggap sebagai “hadiah” nyata di Hardiknas tahun ini.
”Ini bukan sekadar administrasi. Ini soal martabat. Kita memberikan kejelasan status bagi mereka yang selama ini bertaruh keringat mendidik anak-anak kita,” ujar Bupati Aep dengan nada tegas.
Komitmen Bupati Aep juga terlihat dari “wajah” sekolah di Karawang. Tak mau lagi mendengar ada siswa yang belajar di bawah atap rapuh, Pemkab Karawang habis-habisan merenovasi infrastruktur sepanjang tahun lalu.
Berikut adalah pencapaian nyata yang dipaparkan dalam momentum tersebut:
- Restorasi Besar-besaran: 338 ruang kelas SD dan SMP yang sebelumnya rusak kini telah laik pakai.
- Ekspansi Ruang Belajar: 19 Ruang Kelas Baru (RKB) dibangun demi memutus rantai kelebihan kapasitas siswa.
- Investasi Otak: Program Beasiswa Karawang Cerdas tetap menjadi senjata utama untuk memastikan anak-anak kurang mampu tidak putus sekolah.
Karawang juga bersiap menjadi pionir dalam mendukung program strategis Presiden RI. Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Karawang disambut terbuka oleh Bupati Aep sebagai bagian dari ekosistem pendidikan inklusif.
”Kami tidak ingin jalan sendiri. Karawang siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat dari pusat. Tahun 2026 akan menjadi tahun di mana sarana pendidikan kita naik kelas secara signifikan,” tambahnya.
Menutup orasinya, Bupati Aep mengingatkan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 adalah lari maraton, bukan lari cepat. Ia mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk berhenti bekerja dalam kotak masing-masing dan mulai bersinergi.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Kepada para guru, kalian adalah arsitek masa depan Karawang,” pungkasnya disambut tepuk tangan riuh peserta upacara.
Dengan kebijakan yang menyentuh akar rumput—mulai dari perut (kesejahteraan) hingga fasilitas (bangunan)—Karawang kini sedang bersalin rupa. Dari sekadar daerah industri, menjadi daerah yang memuliakan ilmu pengetahuan.






