Suarakitanews, China – Fenomena unik sekaligus kontroversial tengah viral di China. Ratusan hingga ribuan orang rela mengikuti program penurunan berat badan ekstrem di kamp khusus yang dijuluki sebagai “penjara gemuk”.
Pasalnya, berbagai video yang beredar di media sosial memperlihatkan aktivitas para peserta yang menyerupai kehidupan di kamp militer. Mereka berolahraga intensif, makan dengan pengawasan ketat, hingga tidur di asrama berderet tanpa kebebasan keluar.
Disiplin Ketat Layaknya Penjara
Di kamp ini, peserta diwajibkan mengikuti aturan ketat. Pertama, tidak ada camilan sama sekali. Kedua, berat badan harus ditimbang dua kali sehari.
Selain itu, peserta juga tidak diperbolehkan meninggalkan area tanpa izin.
Bahkan, menurut pengalaman kreator konten TL Huang, kehidupan di sana terasa seperti benar-benar berada di penjara.
“Semua diawasi, dari makanan hingga kehadiran di kelas olahraga. Tidak ada ruang untuk melanggar aturan,” ujarnya.
Jadwal Padat dan Menu Ketat
Setiap hari dimulai sejak pagi dengan penimbangan berat badan. Kemudian, peserta menjalani hingga empat jam olahraga, mulai dari HIIT, spinning, hingga latihan beban.
Untuk makanan, menu yang disajikan tergolong sederhana namun terkontrol, seperti:
- Telur rebus
- Sayuran kukus
- Ikan atau tahu
- Udang
Di sisi lain, aktivitas fisik masih berlanjut hingga malam sebelum penimbangan kedua.
Hasilnya memang terlihat cepat. Dalam 28 hari, Huang berhasil menurunkan berat badan hingga 6 kilogram.
Risiko Mengintai
Meskipun terlihat efektif, para ahli justru memperingatkan bahaya dari metode ekstrem ini.
Menurut ahli gizi Luke Hanna, penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat:
- Mengurangi massa otot
- Mengganggu metabolisme
- Memicu gangguan makan
Lebih lanjut, metode ini juga berisiko bagi anak-anak dan remaja karena dapat menghambat pertumbuhan serta kesehatan tulang.
Tidak hanya fisik, dampak psikologis juga menjadi perhatian. Banyak peserta yang akhirnya mengalami kenaikan berat badan kembali setelah keluar dari kamp.
Mengapa Kamp Ini Semakin Populer?
Fenomena ini tidak muncul begitu saja. Seiring meningkatnya kasus obesitas, masyarakat mulai mencari solusi instan.
Selain itu, faktor sosial juga berperan besar. Di China, standar tubuh ideal masih sangat kuat, sehingga individu dengan berat badan berlebih sering menghadapi diskriminasi, baik di dunia kerja maupun hubungan sosial.
Akibatnya, banyak orang memilih cara ekstrem demi mendapatkan hasil cepat.
Solusi Sehat Tetap Jadi Kunci
Sebaliknya, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Penurunan berat badan ideal adalah sekitar: 👉 0,5–1 kg per minggu
Adapun langkah sehat yang dianjurkan meliputi:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu
- Mengurangi gula dan lemak berlebih
- Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
Fenomena “penjara gemuk” di China menunjukkan betapa kuatnya tekanan sosial terhadap bentuk tubuh ideal. Namun demikian, metode ekstrem bukanlah solusi jangka panjang.
Alih-alih instan, perubahan gaya hidup yang konsisten tetap menjadi cara paling aman dan efektif untuk mencapai berat badan ideal.
Penulis: Mita Putri








