Suarakitanews – Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (02/04) pagi. Guncangan kuat yang berpusat di laut tenggara Bitung ini bahkan membuat jalanan terasa bergoyang dan memicu kepanikan warga.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan kedalaman 62 kilometer. Tak hanya itu, getaran terasa hingga Manado dan Ternate.
Warga Panik, Jalanan Terasa Bergelombang
Salah satu warga Manado, Isvara Safitri, menggambarkan betapa kuatnya guncangan tersebut.
“Jalanan aspal sampai bergoyang, kencang banget,” ujarnya.
Selain itu, ia mengaku mendengar suara gemuruh yang menambah kepanikan. Dalam hitungan detik, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Bahkan, menurut Safitri, gempa ini merupakan yang paling kuat yang ia rasakan selama enam tahun tinggal di Manado.
Korban Jiwa dan Evakuasi Darurat di Rumah Sakit
Sementara itu, gempa juga menimbulkan korban. Tim SAR melaporkan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Manado, serta satu korban lainnya mengalami luka.
Di sisi lain, puluhan pasien di RS Siloam Manado terpaksa dievakuasi secara darurat. Mereka dipindahkan ke lobi, halaman, hingga ke dalam kendaraan demi menghindari risiko bangunan runtuh.
Menurut salah satu pasien, Admini (69), situasi sempat membingungkan.
Awalnya, mereka tidak menyadari bahwa itu gempa. Namun, setelah terdengar teriakan, suasana langsung berubah menjadi panik. Proses evakuasi pun berlangsung sulit, terutama bagi pasien di lantai atas.
Bitung Lumpuh Sejenak, Warga Berhamburan ke Luar
Di Bitung, kondisi tidak kalah mencekam. Saat gempa terjadi, warga yang berada di pasar langsung berlarian keluar.
Yayuk Oktiani, seorang warga, mengatakan bahwa guncangan terasa semakin kuat dalam beberapa detik.
Akibatnya, sejumlah toko mengalami pemadaman listrik. Selain itu, warga yang tinggal di pesisir mulai mengungsi ke dataran lebih tinggi karena khawatir akan tsunami.
Ternate Alami Kerusakan Bangunan
Sementara itu, di Ternate, Maluku Utara, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa di wilayah tersebut. Namun, pihak Basarnas masih terus melakukan pendataan.
Gempa Susulan dan Tsunami Kecil Terdeteksi
Setelah gempa utama, dua gempa susulan kembali terjadi dengan kekuatan 5,5 dan 5,2 magnitudo.
Lebih lanjut, sistem peringatan dini mendeteksi adanya gelombang tsunami kecil setinggi 0,2 hingga 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat dan Bitung.
Walaupun tergolong kecil, BNPB tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada dan menjauhi wilayah pesisir.
Imbauan BNPB: Tetap Tenang dan Waspada
Sebagai langkah antisipasi, BNPB mengimbau masyarakat agar tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman.
Selain itu, warga juga diminta untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Bencana ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada di wilayah rawan gempa. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menyelamatkan diri.
Di tengah kepanikan dan ketidakpastian, harapan terbesar kini adalah keselamatan seluruh warga yang terdampak.
Penulis: Mita Putri








