Suarakitanews – Tidak semua orang memiliki waktu 24 jam yang sama dalam sehari. Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh Giuliana Passarelli, seorang perempuan asal Brasil yang bekerja sebagai asisten pribadi miliuner.
Menurut Giuliana, bosnya tidak hanya menggunakan waktunya sendiri, tetapi juga “memakai” sebagian besar waktunya. Sebagai asisten pribadi, Giuliana bertanggung jawab mengurus hampir seluruh kebutuhan majikannya, mulai dari urusan sederhana hingga hal-hal yang sangat tidak biasa.
Terbang ke Prancis Hanya untuk Mengambil Ferrari
Suatu hari, Giuliana pernah menerima panggilan mendadak di tengah malam. Ia diminta berkemas dan segera terbang ke Prancis.
Tujuannya ternyata cukup mengejutkan. Ia harus mengambil sebuah Ferrari edisi kolektor yang baru saja dibeli oleh sang bos.
Setibanya di kota kecil dekat Paris, Giuliana harus mengurus seluruh prosedur administrasi agar mobil mewah tersebut bisa dibawa pulang ke Brasil.
Namun, pengalaman seperti itu bukanlah hal yang jarang dalam pekerjaannya.
Mengurus Segala Hal dalam Kehidupan Miliuner
Sebagai asisten pribadi, tugas Giuliana sangat beragam. Pada satu hari ia bisa saja membawa anjing majikannya ke dokter hewan. Sementara pada hari berikutnya, ia harus mengatur janji dokter gigi atau menyiapkan pesta ulang tahun.
Selain itu, ia juga bertanggung jawab mengurus berbagai tagihan hingga memilih pakaian mahal yang bisa mencapai harga US$5.000 per setelan.
Karena kedekatannya dengan sang bos, Giuliana bahkan bercanda menyebut dirinya sebagai “pengasuh miliuner”.
Istilah tersebut muncul karena ia merasa harus selalu siap menghadapi berbagai kebutuhan mendadak majikannya.
Dunia Eksentrik Orang Super Kaya
Tidak hanya mengurus mobil mewah, Giuliana juga pernah diminta merawat dua ekor ayam mini Serama, ayam hias asal Malaysia yang terkenal sangat kecil.
Menariknya, ayam tersebut dibeli dengan harga sekitar US$586 atau sekitar Rp9,8 juta per ekor.
Awalnya, ayam tersebut tinggal di kantor. Namun, kini dipindahkan ke peternakan milik salah satu karyawan. Meski begitu, Giuliana tetap menerima foto dan laporan tentang ayam tersebut untuk disampaikan kepada bosnya.
Profesi Lama yang Kini Semakin Populer
Sebenarnya, profesi seperti ini bukan hal baru di kalangan orang kaya.
Christina Proenca, profesor di bidang pemasaran bisnis mewah di Sao Paulo, menjelaskan bahwa keluarga super kaya sejak lama mempekerjakan staf khusus untuk mengurus berbagai kebutuhan mereka.
Namun, seiring meningkatnya jumlah orang kaya, permintaan terhadap asisten pribadi profesional juga semakin meningkat.
Bahkan, sebuah studi dari Bain & Company memperkirakan bahwa pasar barang mewah di Brasil akan terus berkembang hingga mencapai US$29,2 miliar pada tahun 2030.
Membeli Waktu Orang Lain
Menurut Proenca, alasan utama orang super kaya mempekerjakan asisten pribadi sebenarnya sangat sederhana: mereka ingin membeli waktu.
Dengan adanya asisten pribadi, mereka tidak perlu lagi mengurus hal-hal kecil seperti mengatur jadwal, memesan layanan, atau mengelola rumah tangga.
Sebaliknya, mereka bisa fokus pada bisnis, investasi, atau gaya hidup mereka.
Gaji Tinggi dan Tanggung Jawab Besar
Meski terlihat glamor, pekerjaan ini juga memiliki tekanan besar.
Seorang asisten pribadi harus memiliki kemampuan organisasi yang tinggi, jaringan luas, serta kemampuan berkomunikasi dengan klien kelas atas.
Selain itu, kerahasiaan juga menjadi hal yang sangat penting.
Biasanya, gaji profesi ini berkisar antara US$2.900 hingga US$5.800 per bulan, tergantung tanggung jawab dan kompleksitas pekerjaan.
Kehidupan di Tengah Ketimpangan
Meski bekerja di lingkungan mewah, Giuliana mengakui bahwa hidup berdampingan dengan kekayaan ekstrem kadang menimbulkan perasaan campur aduk.
Ia sering melihat pengeluaran besar yang mungkin terasa tidak masuk akal bagi sebagian orang.
Namun demikian, ia memahami bahwa tugasnya hanyalah menjalankan pekerjaan secara profesional.
Menunjukkan Dunia yang Jarang Terlihat
Kini, Giuliana juga aktif membuat konten di TikTok yang memperlihatkan kehidupan di balik profesinya.
Melalui video-video tersebut, ia menunjukkan sisi lain dari dunia orang super kaya yang jarang diketahui publik.
Baginya, tujuan konten tersebut bukan untuk pamer atau mengajarkan orang menjadi asisten miliuner, melainkan sekadar memperlihatkan bahwa dunia seperti itu memang benar-benar ada.
Penulis: Mita Putri








