Suara Kita News.com – KARAWANG – Warga Dusun Sukajaya, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang digegerkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang mengapung di pintu air jembatan irigasi Buah Gebang, Kamis (5/3/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sela-sela tumpukan eceng gondok.
Jasad yang mengenakan pakaian serba hitam tersebut ditemukan pertama kali sekitar pukul 07.00 WIB oleh warga setempat yang sedang melintas.
Saksi mata di lokasi kejadian, Uci (45), mengungkapkan bahwa penemuan bermula saat dirinya hendak menuju warung. Saat melintasi jembatan irigasi di dekat Saung Gurame, ia mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat.
“Saya curiga karena baunya sangat menyengat. Pas saya nengok ke bawah (sungai), ternyata ada mayat yang tersangkut di eceng gondok,” ungkap Uci di lokasi kejadian.
Terkejut dengan temuan tersebut, Uci segera memanggil warga lain dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Meski sempat berstatus tanpa identitas (anonim), misteri jati diri korban akhirnya terungkap setelah pihak keluarga mendatangi lokasi. Paman korban, Ma’ruf Afandi, mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah keponakannya yang bernama Muhamad Farid Azha (17).
Korban tercatat sebagai warga Dusun Babakan Banten, Desa Kutajaya (Kutagandok), Kecamatan Kutawaluya. Berdasarkan penuturan keluarga, remaja tersebut diketahui telah meninggalkan rumah sejak Selasa dini hari (3/3) sekitar pukul 01.00 WIB dan tidak pernah kembali hingga ditemukan tak bernyawa dua hari kemudian.
Petugas dari Polsek Rengasdengklok yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dengan bantuan warga, proses evakuasi jasad dari saluran irigasi berlangsung cukup dramatis di tengah kerumunan massa.
Data Penemuan Jasad:
- Nama Korban: Muhamad Farid Azha (17)
- Waktu Temuan: Kamis, 5 Maret 2026, Pukul 07.00 WIB
- Lokasi: Pintu Air Irigasi Buah Gebang, Kec. Jayakerta
- Kondisi Terakhir: Menggunakan sweater dan celana panjang hitam
Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Karawang untuk menjalani prosedur visum. Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban, guna memastikan apakah insiden ini murni kecelakaan akibat tenggelam atau terdapat unsur tindak pidana lainnya.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di sekitar jembatan irigasi Buah Gebang sempat mengalami kemacetan panjang akibat banyaknya warga yang berhenti untuk melihat proses evakuasi.
Penulis : Yerrydewa






