Suara Kita News.com – KARAWANG – Di saat sebagian besar warga Karawang masih terlelap dalam ketenangan dini hari, sebuah iring-iringan kendaraan dinas bergerak membelah sunyi jalanan protokol. Bukan untuk patroli biasa, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama jajaran lengkap Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik Tempat Hiburan Malam (THM).
Langkah “jemput bola” ini menjadi bukti nyata ketegasan pemerintah daerah dalam mengawal kesucian bulan Ramadan, memastikan bahwa aturan bukan sekadar deretan kalimat di atas kertas, melainkan komitmen yang tegak berdiri di lapangan.
Sidak kali ini tidak main-main. Bupati Aep menggandeng kekuatan penuh, mulai dari Wakil Bupati Maslani, Kapolres Karawang, Dandim 0604 Karawang, Kepala Kejaksaan Negeri, hingga Danyon 305/Tengkorak. Tak ketinggalan, dimensi spiritual pun hadir lewat keterlibatan Ketua MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang.
Kehadiran tokoh lintas agama dan militer ini mengirimkan pesan kuat: menjaga kekhusyukan Ramadan adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa di Karawang.
Target operasi kali ini adalah memastikan kepatuhan para pengusaha THM terhadap instruksi Pemerintah Daerah, yakni penutupan total operasional selama bulan suci Ramadan hingga H+3 Idulfitri.
“Alhamdulillah, dari hasil penyisiran di lapangan, sejumlah THM yang kami datangi terpantau gelap dan tidak beroperasi. Ini adalah sinyal positif bahwa kesadaran kolektif sudah terbangun,” ujar Bupati Aep di sela-sela pemantauan.
Bupati Aep secara terbuka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku usaha yang telah memilih untuk taat. Menurutnya, kepatuhan ini adalah bentuk kontribusi nyata para pengusaha dalam menjaga kondusivitas daerah.
- Penegakan Regulasi: Aturan operasional THM selama Ramadan bersifat mutlak demi kepentingan umum.
- Penghormatan Nilai: Penutupan THM adalah bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai religiusitas mayoritas warga yang sedang beribadah.
- Komitmen Kondusivitas: Keamanan dan ketertiban daerah terjaga ketika semua pihak bisa menahan diri.
Di akhir inspeksi, Bupati menekankan bahwa gerakan ini bukan semata-mata soal penegakan hukum formal.
Penulis : Yerrydewa
“Ini bukan hanya soal angka-angka dalam draf aturan. Ini tentang komitmen kita bersama, tentang bagaimana kita saling menghormati di bulan yang penuh berkah ini. Jika semua pihak kooperatif, Karawang akan selalu menjadi rumah yang damai bagi siapa saja,” pungkasnya sebelum menutup agenda dini hari tersebut.






