Suara kita News. Com – KARAWANG, 14 Februari 2026 – Aula Husni Hamid Pemda Karawang menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Karawang. Melalui gelaran Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung khidmat pada Sabtu (14/02), Bahiz Hakim resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) TKQ-TPQ Kabupaten Karawang periode 2026–2030.

Kemenangan Bahiz tergolong mutlak. Dari total 201 suara yang disalurkan oleh para kepala sekolah dan perwakilan guru dari seluruh satuan pendidikan binaan Badko se-Karawang, ia berhasil mengantongi 129 suara. Angka ini memberikan mandat kuat baginya untuk menakhodai organisasi selama empat tahun ke depan.
“Meningkatkan Profesionalisme Guru TKQ untuk Generasi Qur’ani”, Bahiz Hakim menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak akan sekadar bersifat administratif. Ia menjanjikan perubahan yang menyentuh akar rumput.
“Kepemimpinan ini harus membawa kemajuan nyata. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri; kuncinya adalah memfasilitasi kerja sama agar setiap anggota paham perannya dan bergerak dalam satu irama yang harmonis,” tegas Bahiz dalam wawancaranya usai pelantikan.
Bahiz menekankan tiga pilar transformasi yang akan menjadi fokus utamanya:
- Melakukan perbaikan pada celah-celah organisasi yang masih dirasakan kurang maksimal.
- Mengubah kolaborasi antaranggota dari sekadar slogan menjadi sistem kerja yang nyata.
- Menghadirkan inovasi yang menjadi pemantik keberhasilan organisasi di masa depan.
Musda sebagai Momentum Strategis.
Perhelatan yang bertepatan dengan 26 Sya’ban 1447 H ini bukan sekadar ajang pemilihan ketua. Musda juga menjadi wadah evaluasi krusial melalui penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2022–2026 serta penyusunan Program Kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Panitia Musda menegaskan bahwa forum ini adalah pemegang kekuasaan tertinggi di tingkat daerah. “Seluruh agenda dan tata tertib sidang kami jalankan sebagai pedoman mutlak agar transisi kepemimpinan ini berlangsung demokratis dan sesuai syariat,” jelas pihak panitia.
Dukungan terhadap Bahiz juga datang dari Para pengurus periode sebelumnya serta peserta Musda berharap kepemimpinan baru ini mampu melakukan standarisasi kurikulum di tingkat kabupaten serta yang paling utama meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji di Karawang.
“Kami sadar kondisi saat ini masih memiliki celah. Harapan kami, Badko kini menjadi motor penggerak kualitas pendidikan Al-Qur’an yang lebih profesional dan bermartabat,” ujar salah seorang peserta Musda.
Dengan berakhirnya Musda ini, tugas berat kini menanti Bahiz Hakim dan tim formatur untuk menyusun kabinet yang mampu mewujudkan visi besar menciptakan generasi Qur’ani di wilayah lumbung padi.
Penulis : Yerrydewa






