Suara Kita News.com, KARAWANG – Di tengah kesibukan mengelola distribusi air bersih bagi jutaan warga, Perumdam Tirta Tarum Karawang memiliki cara unik untuk menjaga “kesehatan” internal organisasinya. Bukan melalui pelatihan teknis, melainkan melalui penguatan spiritual yang dikemas dalam agenda pengajian bulanan yang rutin digelar di lingkungan kantor pusat.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sebuah transformasi budaya kerja yang memadukan profesionalisme dengan nilai-nilai ketuhanan.
Pengajian ini menjadi ruang terbuka bagi seluruh elemen perusahaan—mulai dari staf lapangan hingga jajaran direksi—untuk melepas sejenak atribut jabatan dan duduk bersama dalam satu majelis. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi yang kerap kali terbatas karena kesibukan operasional.
Sinergi yang terbangun di meja pengajian diharapkan mampu mencairkan hambatan komunikasi antar-departemen, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan solid.
Inti dari kegiatan ini adalah sesi tausiyah dan doa bersama yang dirancang untuk menyegarkan kembali niat bekerja. Departemen terkait menekankan bahwa menanamkan nilai-nilai spiritual dalam tugas sehari-hari adalah kunci dari akuntabilitas.
“Kami ingin setiap petugas yang memperbaiki pipa di lapangan atau staf yang melayani pelanggan di kantor, menyadari bahwa pekerjaan mereka adalah bagian dari ibadah. Dengan iman dan takwa, integritas dalam menjalankan tanggung jawab akan terjaga secara alami,” tulis manajemen dalam refleksi kegiatannya.
Melalui penguatan spiritual ini, Perumdam Tirta Tarum berharap setiap tetes air yang didistribusikan kepada masyarakat dikelola dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Sang Pencipta. Hasilnya bukan hanya peningkatan kinerja secara statistik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan yang lebih tulus dan berorientasi pada kemaslahatan publik.
Dengan rutinnya agenda ini, Tirta Tarum Karawang membuktikan bahwa perusahaan daerah yang modern adalah perusahaan yang tidak pernah meninggalkan sisi religius sebagai kompas moral dalam setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan.
Penulis : Yerrydewa






