Suara Kita News.com, TIRTAJAYA – Ingatan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., kembali pada tahun 2024 saat ia mengunjungi SDN Medankarya III di wilayah Tirtajaya. Kala itu, kondisi bangunan sekolah jauh dari kata layak, bahkan memprihatinkan bagi proses belajar-mengajar. Namun kini, potret kusam itu telah berganti menjadi ruang kelas yang segar dan representatif.
Transformasi SDN Medankarya III menjadi bukti nyata bahwa intervensi kebijakan pendidikan di Kabupaten Karawang tidak hanya berhenti pada wacana, melainkan berujung pada eksekusi fisik yang berkualitas.
Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Bupati Aep menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur sekolah yang rusak tetap menjadi prioritas utama. Langkah rehabilitasi dan renovasi dilakukan secara masif dan terukur untuk mengejar ketertinggalan fasilitas pendidikan di pelosok Karawang.
“Alhamdulillah, kini SDN Medankarya III jauh lebih layak dari sebelumnya. Kami akan terus melakukan intervensi ke sekolah-sekolah yang kondisinya rusak untuk segera direhab maupun renovasi secara total,” ujar Bupati Aep dengan nada optimis.
Bagi Bupati Aep, standar kualitas sebuah sekolah tidak hanya diukur dari kokohnya tembok, tetapi dari rasa nyaman yang dirasakan oleh siswa dan guru. Ia memiliki visi besar untuk mengubah wajah seluruh sekolah di Karawang menjadi ekosistem pendidikan yang ideal.
Bupati menginginkan sekolah tidak lagi dipandang sebagai gedung formal yang kaku, melainkan menjadi tempat yang mampu memikat hati anak didik.
“Saya ingin seluruh sekolah di Karawang menjadi rumah kedua setelah rumah tinggal mereka sendiri. Tempat yang nyaman, aman, dan bersih bagi anak-anak kita untuk tumbuh,” tegasnya.
Pembenahan SDN Medankarya III hanyalah satu dari sekian banyak target perbaikan infrastruktur pendidikan yang dicanangkan Pemkab Karawang. Dengan anggaran yang dialokasikan secara strategis, pemerintah daerah berkomitmen untuk menghapus stigma “sekolah rusak” di Kabupaten Karawang, memastikan setiap anak memiliki akses pendidikan di lingkungan yang memanusiakan mereka.
Penulis : Yerrydewa






