Suara Kita News.com, JAYAKERTA – Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah radikal untuk memutus rantai banjir menahun di wilayah Kecamatan Jayakerta. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., turun langsung ke lapangan memimpin eksekusi pembongkaran bangunan liar yang berdiri di atas saluran air (kali apor) demi mengembalikan fungsi drainase secara optimal, Rabu (21/01).
Tidak sendirian, Bupati didampingi oleh Kapolres Karawang, Dandim 0604/Karawang, perwakilan PJT II, serta jajaran Kepala OPD terkait. Kehadiran unsur Forkopimda lengkap ini menegaskan bahwa penertiban ini merupakan upaya hukum dan kemanusiaan yang terintegrasi.
Fokus utama operasi ini adalah normalisasi Kali Apor sepanjang 5 kilometer yang melintasi Desa Kampungsawah dan Desa Medangasem. Hingga saat ini, sebanyak 160 bangunan liar dan 15 jembatan ilegal telah berhasil dibongkar menggunakan alat berat.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan penertiban terhadap 390 bangunan yang selama ini menyumbat aliran sungai dan menjadi pemicu utama luapan air ke pemukiman warga.
“Kami langsung eksekusi di lapangan. Alhamdulillah, setelah bangunan dibongkar, aliran sungai Kali Apor yang tadinya tertutup kini sudah mulai berangsur mengalir normal. Ini adalah kunci agar pemukiman masyarakat tidak lagi terendam banjir,” tegas Bupati Aep di lokasi pembongkaran.
Penertiban ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan misi penyelamatan lingkungan. Selama bertahun-tahun, penyempitan saluran akibat bangunan ilegal telah merugikan ribuan warga saat musim penghujan tiba. Sinergi dengan PJT II sebagai pemilik otoritas lahan air dan dukungan pengamanan dari TNI-Polri memastikan proses eksekusi berjalan kondusif.
Bupati Aep memastikan bahwa tindakan tegas ini diambil demi kepentingan masyarakat luas yang lebih besar. Ia berharap setelah penertiban selesai, fungsi ekologis saluran air kembali normal dan dapat dikelola dengan lebih baik.
Langkah berani di Jayakerta ini diharapkan menjadi pesan kuat bagi wilayah lain di Karawang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyisir titik-titik penyumbat aliran air tanpa pandang bulu.
“Bismillah, dengan adanya penertiban ini, saluran air akan kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Kami ingin warga tenang dan tidak lagi was-was setiap kali hujan turun,” pungkasnya.
Penulis : Yerrydewa






