Suara Kita News.com, KARAWANG – Di balik deru mesin industri yang menjadi urat nadi Kabupaten Karawang, terselip sebuah realita pahit: masih banyak warga yang berteduh di bawah atap rapuh dan beralaskan tanah. Menanggapi fenomena ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karawang melakukan aksi nyata yang tidak sekadar seremoni, melainkan sebuah misi kemanusiaan melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Ketua Apindo Karawang,H. Abdul Syukur, S.H., M.H. menegaskan bahwa bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kali ini difokuskan pada pemulihan harkat hidup masyarakat melalui perbaikan hunian.

Awalnya, program ini direncanakan menyasar lima lokasi. Namun, sebuah momen emosional mengubah rencana tersebut. Saat melakukan peninjauan lapangan, tim Apindo menemukan satu rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan—jauh dari standar kesehatan dan keamanan.
“Hati kami tergerak. Melihat kondisi di lapangan yang begitu mendesak, kami memutuskan menambah satu titik lagi. Jadi, total ada enam hunian yang kami bangun kembali agar layak ditempati,” ujar H. Syukur dengan nada haru.

Bagi Apindo, program ini bukan sekadar urusan semen dan bata. Ini adalah upaya transformasi kesehatan. Banyak warga sasaran yang sebelumnya tinggal di rumah dengan sanitasi buruk dan lantai tanah yang lembap, yang menjadi sumber berbagai penyakit.
“Harapan kami bukan hanya membantu program pemerintah, tapi benar-benar hadir untuk masyarakat. Kami ingin mengubah rumah yang tadinya kurang sehat menjadi lingkungan yang sehat, sekaligus memberikan kebahagiaan yang nyata bagi para pemiliknya,” tambah Syukur.
Inovasi dalam penyaluran CSR ini terlihat dari model eksekusinya. Apindo Karawang memilih untuk terjun langsung: Tim turun ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Apindo mengelola proses konstruksi secara mandiri untuk menjamin kualitas bangunan.
Sebagai bentuk sinergi, Apindo tetap melaporkan hasil pembangunan kepada Pemerintah Daerah sebagai data dukungan terhadap program penuntasan kemiskinan di Karawang.
Aksi Apindo ini menunjukkan pergeseran paradigma CSR dari sekadar “pemberian bantuan” menjadi “pemberdayaan martabat”. Di tengah pertumbuhan ekonomi Karawang, keberanian pengusaha untuk melihat langsung ke gang-gang sempit dan membangun hunian yang manusiawi adalah langkah inovatif yang patut dicontoh oleh asosiasi sektor lainnya.
Penulis : Yerrydewa






