
Suara Kita News. Com, KARAWANG – Gelombang protes warga Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, mulai pecah. Aroma tidak sedap terkait dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 memicu kemarahan publik yang menuntut transparansi total dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes).
Warga menilai alokasi anggaran yang dikucurkan negara tidak terealisasi secara nyata di lapangan. Praktik tata kelola keuangan desa yang tertutup dituding menjadi celah utama terjadinya potensi kerugian negara.
Pos Anggaran yang Menjadi Pertanyaan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat beberapa pos anggaran krusial yang dinilai janggal oleh masyarakat, di antaranya:
- Program Penanganan Stunting: Dialokasikan sebesar Rp30 juta, namun realisasinya di lapangan dianggap tidak transparan. Dialokasikan sebesar Rp20 juta, yang hingga kini pemanfaatannya dipertanyakan oleh warga. Warga mengklaim tidak melihat adanya pembangunan fisik yang signifikan dan proporsional dengan besaran dana yang dikucurkan.
“Beberapa program seperti stunting dan PKK anggarannya ada di kertas, tapi di lapangan gelap (tidak jelas). Kami juga tidak melihat dampak dari dana infrastruktur yang disebut-sebut itu,” ujar seorang warga yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Senin (5/1/2026).
Tudingan Lemahnya Pengawasan
Ketidakpuasan warga tidak hanya tertuju pada jajaran Pemdes Kemiri. Pihak pendamping desa dan otoritas Kecamatan Jayakerta juga mendapat kritik pedas karena dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan (monitoring). Pembiaran ini dianggap memperuncing konflik horizontal antara warga dan perangkat desa.
Merespons gejolak ini, masyarakat Desa Kemiri mendesak Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., untuk segera menginstruksikan Inspektorat melakukan audit investigasi menyeluruh.
Warga menegaskan bahwa jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah daerah dalam waktu dekat, mereka tidak segan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum yang lebih tinggi.
“Ini uang rakyat, bukan milik pribadi. Jika pemerintah daerah tetap berdiam diri, kami secara kolektif akan melaporkan temuan ini ke Kejaksaan Negeri Karawang!” tegas perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Kemiri belum memberikan klarifikasi resmi atau tanggapan terkait tudingan yang dilayangkan oleh warga tersebut. Upaya konfirmasi terus dilakukan untuk menjaga keberimbangan berita.
Red






