Kabut Asap Karhutla: Trauma Tahunan Warga Lebung Itam yang Terus Terulang

  • News
  • September 22, 2025

Suarakitanews – Kita adalah bangsa yang mudah lupa. Itulah kenyataan pahit yang dirasakan warga Lebung Itam, desa kecil yang setiap tahun harus bersiap menghadapi kabut asap karhutla. Trauma ini sudah seperti rutinitas tahunan yang menjemukan.

Mereka tahu, cepat atau lambat, kabut asap akan datang kembali. Maka, meski udara sedang bersih, mereka selalu berjaga-jaga. Saat ditanya, “Tahun ini sudah ada asap?” mereka menjawab singkat: “Belum.” Bukan “tidak ada.” Jawaban itu seolah mengandung kepastian bahwa kabut asap akan muncul lagi, seperti hantu yang selalu menghantui.

Mengapa Kabut Asap Terus Berulang?

Kabut asap karhutla bukanlah peristiwa alam semata. Kebakaran hutan dan lahan gambut yang hampir selalu terjadi setiap musim kering di Indonesia adalah akibat dari praktik pembukaan lahan yang tidak ramah lingkungan.

Sayangnya, penegakan hukum terhadap perusahaan pembakar lahan masih sangat lemah. Inilah yang membuat bencana ini terus berulang. Jika pemerintah benar-benar hadir untuk melindungi rakyatnya, mengapa hak warga Lebung Itam atas udara bersih dan sehat seakan dibiarkan menguap?

Kabut Asap, Krisis Iklim, dan Kita Semua

Perlu diingat, kabut asap karhutla bukan hanya masalah warga Lebung Itam. Kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia telah menyumbang emisi karbon dalam jumlah besar. Hal ini memperparah krisis iklim yang kini dampaknya dirasakan oleh kita semua.

Panas ekstrem, banjir bandang, hingga perubahan cuaca yang tidak menentu adalah akibat langsung dari iklim yang kian terganggu. Jadi, meski kita tinggal jauh dari Lebung Itam, kita tetap ikut terdampak.

Saatnya Tidak Lagi Abai

Ancaman kabut asap akan terus mengintai jika kita terus mengabaikannya. Inilah saatnya mendukung perjuangan warga Lebung Itam untuk merdeka dari asap. Karena pada akhirnya, perjuangan mereka juga adalah perjuangan kita bersama: memperjuangkan hak atas udara bersih dan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri