Suara Kita News.com, MEDAN, 23/06/2025 – Sebuah deklarasi penting digaungkan di Kota Medan. Kelompok X TERNAL (Ex Terorist Intern Alliance), yang beranggotakan para mantan narapidana terorisme (napiter) di Medan, menyatakan penolakan tegas terhadap paham radikal dan tindakan terorisme. Mereka juga secara terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan aksi terorisme.
Rony, yang mewakili X TERNAL Kota Medan, menjelaskan bahwa kedamaian yang kini mereka rasakan adalah buah dari keputusan besar untuk meninggalkan masa lalu kelam mereka. “Kami para eks napiter yang tergabung di X TERNAL mengakui bahwa kedamaian yang kini kami rasakan adalah hasil dari pilihan untuk meninggalkan masa lalu,” ujarnya saat ditemui di salah satu kafe di Jl. Amaliun Medan.
Ia berharap, pengalaman pribadi yang mereka alami dapat menjadi pelajaran berharga dan inspirasi bagi orang lain. “Semoga pengalaman kami bisa menjadi pelajaran dan inspirasi bagi orang lain untuk ikut menjaga persatuan dan menjauh dari ideologi kekerasan,” tambah Rony.
Sebagai warga negara yang mencintai NKRI, Rony menegaskan bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga keutuhan bangsa dari ancaman paham radikal dan terorisme.
Rony juga menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dan aparat keamanan terus melanjutkan pembinaan terhadap para eks napiter. Hal ini krusial agar mereka dapat kembali diterima dan menjadi individu yang produktif di tengah masyarakat. Ia secara spesifik meminta adanya pelatihan keterampilan kerja dan pembukaan lapangan pekerjaan bagi para mantan napiter, sebagai langkah konkret reintegrasi sosial.
Kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya di Kota Medan, Rony menghimbau untuk aktif berperan serta membantu kepolisian. “Masyarakat wajib membantu membumihanguskan ajaran sesat radikalisme maupun tindakan terorisme,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan hasutan menyesatkan. Rony menegaskan bahwa lembaga seperti Densus 88/AT Polri dan BNPT RI harus mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat luas dalam upaya penanggulangan terorisme.
“Kami yakin bahwa Polri tak akan pernah lalai mengintip gerak-gerik jaringan mereka,” ungkap Rony penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa masyarakat harus tetap memberikan informasi kepada kepolisian jika mendengar atau mencurigai seseorang yang terindikasi telah terpengaruh paham radikalisme.
“Jangan pernah takut memberikan informasi kepada Polri untuk hal yang baik. Memberikan informasi tentang kejahatan saja sudah termasuk membantu tugas-tugas kepolisian, dan itu termasuk amal kebaikan,” pungkas Rony. (Tim)






