Medan, Sumatra Utara Suara Kita News.com – Maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berkedok pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia melalui jalur laut di Sumatera Utara telah mencapai tingkat yang meresahkan. Modus operandi pengiriman via “pelabuhan tikus” di sepanjang pantai timur provinsi ini tidak hanya membahayakan keselamatan korban, tetapi juga menciptakan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat
.Banyak warga Sumatera Utara, khususnya dari kalangan menengah ke bawah dengan tingkat pendidikan rendah (SD hingga SMA), menjadi sasaran empuk jaringan TPPO. Minimnya pemahaman akan prosedur pemberangkatan yang sah, ditambah iming-iming upah atau gaji tinggi di Malaysia, membuat mereka mudah terjerat bujuk rayu para pelaku.
Menyikapi kondisi ini, Komunitas Da’i Melayu Sumatera Utara (KOMDAM SU), yang selama ini aktif dalam dakwah Islam dan sosialisasi budaya Melayu, mengeluarkan imbauan keras. Mereka mendesak masyarakat di wilayah pesisir timur (seperti Asahan, Langkat, Deli Serdang, Batubara, Labuhanbatu, Labura, dan Tanjungbalai) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus operandi pelaku TPPO.“Saat ini sudah banyak masyarakat yang menjadi korban TPPO pengiriman PMI ilegal,” ujar perwakilan KOMDAM SU dalam pernyataannya.
KOMDAM SU berkomitmen untuk terus menyosialisasikan bahaya TPPO ini melalui berbagai kegiatan dakwah dan pengajian. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko fisik dan psikologis yang ditimbulkan jika menjadi korban perdagangan manusia.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui adanya aktivitas pengiriman PMI ilegal melalui jalur laut dari “pelabuhan tikus” di Sumatera Utara. Kolaborasi antara masyarakat dan penegak hukum menjadi kunci dalam memberantas praktik keji ini.
Ketua Umum KOMDAM SU, Ustaz Bukhori Al Hafidz Bin Rusli, yang juga putra daerah Tanjungbalai-Asahan, menyampaikan harapannya. “Janganlah pula tergiur dengan iming-iming gaji besar sampai melegalkan segala cara, awalnya enak ujungnya sengsara,” tegasnya.
KOMDAM SU berharap, dengan adanya imbauan dan sosialisasi yang masif, tidak akan ada lagi pengiriman PMI ilegal ke Malaysia. Mereka bercita-cita agar Sumatera Utara dapat menjadi provinsi yang aman dan tentram, bebas dari praktik perdagangan manusia. “Kami berdoa agar Allah senantiasa limpahkan rezeki yang halal, baik, dan berkah untuk seluruh keluarga dan saudara-saudaraku di mana pun berada,” tutup Ustaz Bukhori. (Tim)






