Suarakitanews.com – Mata biru biasanya identik dengan ras Kaukasia, namun siapa sangka bahwa di tengah Indonesia, tepatnya di Suku Buton, terdapat fenomena genetik langka yang membuat mata biru menjadi ciri khas turun-temurun. Kondisi ini dikenal sebagai Sindrom Waardenburg, yaitu kelainan genetik langka yang memengaruhi pigmentasi mata, rambut, dan kulit. Selain itu, sindrom ini juga dapat berdampak pada pendengaran.
Dua contoh nyata dari fenomena ini adalah Syawal dan Juan, warga Suku Buton asal Sulawesi Tenggara. Sekilas, warna mata mereka terlihat seperti hasil penggunaan lensa kontak. Namun faktanya, warna mencolok ini benar-benar alami sejak lahir. Hal ini menjadikan mereka unik, bahkan menarik perhatian dunia medis.
Walau terlihat memesona, kondisi ini bukan tanpa perhatian medis. Para ahli menyarankan pemeriksaan berkala karena Sindrom Waardenburg dapat disertai gangguan lain seperti tuli sensorineural. Namun secara umum, sindrom ini tidak membahayakan jiwa.
Uniknya, walau kelainan ini tergolong langka di dunia, di Suku Buton kasusnya terbilang cukup sering terjadi secara turun-temurun. Ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Nusantara, memiliki kekayaan genetik yang luar biasa dan belum sepenuhnya terungkap.
Dengan keindahan yang mencolok dan kisah genetik yang mendalam, mata biru Suku Buton bukan hanya fenomena visual, tetapi juga pintu masuk untuk memahami keragaman genetik yang masih misterius di Tanah Air.
Penulis : Mita Putri
Sumber : dikutip dari instagram @detikcom








