Suara Kita News.com -Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Karawang ini tak hanya fokus pada aspek spiritual, namun juga memastikan kelayakan sarana dan prasarana pendidikan. “Pagi ini saya bersama Pak Wakil Bupati melakukan pengecekan SMPN 1 Purwasari sekaligus peninjauan penerapan pendidikan karakter dan agama bagi siswa SD-SMP. Sekaligus berkeliling sekolah untuk melihat fasilitas yang ada,” ujarnya, menunjukkan perhatian menyeluruh terhadap kualitas pendidikan.
Hasil inspeksi langsung ini membuahkan keputusan cepat. Pemkab Karawang langsung bergerak dengan memutuskan untuk merenovasi dua ruang kelas belajar demi menjamin keamanan dan kenyamanan para siswa. “Kita upayakan tahun ini mudah-mudahan segera selesai dan bisa digunakan,” tandasnya, memberikan harapan nyata bagi peningkatan kualitas belajar mengajar.
Bupati juga tak lupa memantau implementasi surat edaran bupati terkait penguatan pendidikan agama dan karakter. Ia menyampaikan rasa syukurnya melihat praktik baik seperti shalat wajib berjamaah telah berjalan di berbagai sekolah. Ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam menanamkan nilai-nilai agama sejak dini.
Puncak inovasi dan keteladanan terjadi saat Bupati beserta rombongan meninjau masjid sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan renovasi. Tanpa ragu, Aep Syaepuloh mengajak para pejabat yang mendampinginya untuk berpartisipasi dalam mewujudkan perbaikan rumah ibadah tersebut.
“Sok dikumpulkan sanggupnya berapa, saya mengajak para asisten daerah untuk beriuran merenovasi masjid sebagai bentuk amal ibadah. Insya Allah membawa banyak manfaat dan kebaikan untuk semuanya,” pungkasnya, mengakhiri kunjungan dengan aksi nyata yang menginspirasi.
Langkah Bupati Karawang ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan sebuah gebrakan inovatif yang memadukan pengawasan, solusi konkret, dan keteladanan. Larangan “infak siswa” dipadukan dengan penggalangan dana spontan dari para pejabat menjadi preseden baru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan karakter siswa tanpa membebani masyarakat. Aksi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berkeadilan.
Penulis : Kinah
Editor : Yerrydewa






